Sekolah Jadi Garda Awal Edukasi Mitigasi Bencana
- 14 Mar 2026 16:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini. Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat penting untuk menanamkan pengetahuan mitigasi bencana kepada generasi muda.
Ketua Departemen Emergensi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya sekaligus Ketua Kelompok Staf Medis Emergensi RSSA Malang, dr. Suryanto Eko Agung Nugroho Sp.EM KDM, menegaskan sekolah menjadi lokasi yang sangat vital karena menampung banyak orang dalam satu waktu. Kondisi tersebut membuat risiko korban meningkat jika terjadi bencana tanpa kesiapsiagaan yang baik.
“Sekolah adalah tempat strategis karena generasi muda kita berada di sana. Di sekolah ada murid dan civitas akademika dalam jumlah sangat banyak. Ketika ada bencana, potensi korbannya juga sangat besar, terutama di wilayah perkotaan,” jelasnya, Sabtu (14/3/2026)
Menurutnya, edukasi kebencanaan harus dimulai sejak usia sekolah agar masyarakat memiliki pemahaman dasar tentang cara menghadapi situasi darurat. Pengetahuan ini dapat diberikan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan, sehingga semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin dalam pula materi yang dipelajari.
“Setiap warga negara harus tahu pengetahuan tentang bencana. Yang paling sederhana bisa dimulai dari sekolah. Mereka belajar sedini mungkin, dan ketika level pendidikan meningkat, porsi pembelajarannya juga bisa lebih dalam,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak potensi yang bisa dimanfaatkan di sekolah seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Palang Merah Remaja (PMR), hingga program dokter kecil. Menurutnya, jika dibina secara berkelanjutan, fasilitas tersebut dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kapasitas penanganan kondisi darurat di lingkungan pendidikan.
“Di sekolah sudah ada UKS, ada PMR, bahkan dokter kecil yang bisa dibina. Untuk kejadian insidental sebenarnya mereka mampu membantu, tetapi tantangannya adalah regenerasi murid yang terus berganti sehingga pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....