Pemkot Batu Siapkan Lahan 3 Hektar Lahan, Bangun Pertanian Terpadu
- 10 Mar 2026 15:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mematangkan perencanaan pembangunan kawasan Smart Integrated Farming (Pertanian Terpadu Cerdas). Proyek ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian daerah sekaligus mendukung program prioritas kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno, mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud implementasi visi-misi Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto yang tertuang dalam Program Strategis Daerah dengan jargon Mbatu Sae.
Hendry menjelaskan, pengembangan kawasan terpadu ini direncanakan berlangsung secara bertahap dari tahun 2026 hingga 2029. Lahan yang disiapkan untuk proyek ini adalah aset milik Pemkot Batu seluas sekitar tiga hektare yang berlokasi di Desa Giripurno.
"Program ini kami rancang untuk mendukung visi-misi kepala daerah yang masuk dalam program unggulan. Rencananya akan dibangun di lahan milik Pemkot di Giripurno dengan luas kurang lebih tiga hektare," ujar Hendry, Selasa (10/3/2026).
Saat ini, Distan KP tengah fokus pada penyusunan grand design kawasan. Proses perencanaan ini akan melibatkan kolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, penerangan, hingga pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), dapat terpenuhi.
"Kami sedang menyiapkan grand design sepanjang tahun 2026 ini. Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan OPD lain karena infrastruktur di luar teknis pertanian juga perlu disiapkan," jelasnya.
Dalam pengembangan kawasan, Distan KP akan memfokuskan diri pada aspek teknis pengelolaan pertanian terpadu. Sejumlah fasilitas seperti screen house, kandang ternak, dan lahan demplot (percontohan) untuk berbagai komoditas akan dibangun untuk mewujudkan ekosistem pertanian yang terintegrasi.
"Konsepnya adalah integrated farming, di mana dalam satu kawasan akan ada sinergi antara kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan. Kami di Distan akan fokus pada penyediaan sarana teknis seperti screen house, kandang ternak, dan lahan percontohan," katanya.
Mengenai kebutuhan anggaran, Hendry menyebutkan bahwa perhitungan rinci masih terus dilakukan beriringan dengan proses finalisasi grand design pada tahun ini. Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2027 dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2028.
Pemkot Batu menargetkan kawasan Smart Integrated Farming di Giripurno ini sudah dapat beroperasi secara penuh pada tahun 2029. Keberadaannya diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga menjadi model percontohan bagi pengembangan pertanian terpadu di wilayah Kota Batu.
"Harapan kami, pada tahun 2029 program ini sudah berjalan dan bisa menjadi percontohan bagi pengembangan pertanian terpadu di Kota Batu," pungkas Hendry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....