Pemkot Batu Bagikan 3.000 Voucher Diskon di Pasar Induk Among Tani

  • 09 Mar 2026 14:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu – Menyambut Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Batu mengambil langkah antisipatif dengan menggelar pasar murah. Program ini akan berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 10 hingga 12 Maret 2026, bertempat di Pasar Induk Among Tani.

Sebanyak 3.000 voucher potongan harga disiapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu untuk meringankan beban belanja warga. Voucher tersebut didistribusikan kepada sekitar 1.000 penerima, di mana setiap orang berhak mendapatkan tiga lembar voucher.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu, Andry Yunanto, mengungkapkan bahwa setiap voucher bernilai potongan Rp5 ribu. Dengan begitu, satu warga bisa menghemat total Rp15 ribu saat berbelanja berbagai kebutuhan pokok.

"Setiap penerima akan mendapatkan tiga voucher senilai total Rp15 ribu. Voucher ini bisa digunakan untuk membeli sembilan komoditas utama yang biasanya banyak dicari menjelang Lebaran," jelasnya, Senin (9/3/2026).

Sembilan komoditas yang dimaksud meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, daging sapi, cabai rawit, hingga bawang. Voucher hanya dapat ditukarkan kepada pedagang yang telah bergabung sebagai mitra program dan berjualan langsung di lokasi pasar murah.

Menurut Andry, program ini melibatkan sekitar 20 hingga 100 pedagang lokal. Mereka diimbau untuk memastikan ketersediaan stok selama kegiatan berlangsung.

Pembagian voucher dilakukan setiap hari secara bertahap dengan kuota 1.000 lembar per hari. Warga yang ingin mendapatkan potongan harga harus hadir langsung di lokasi dan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti domisili Kota Batu.

"Prioritas kami adalah warga Kota Batu. Karena itu, KTP wajib ditunjukkan saat mengambil voucher," tegasnya.

Melalui skema ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga. Di sisi lain, perputaran ekonomi pedagang lokal juga ikut terdorong.

"Kami ingin pasar murah ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga memberi dampak positif bagi pedagang. Dengan begitu, stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Batu bisa lebih terkendali," pungkas Andry.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....