Angin Kencang Terjang Ngantang Malang Barat, Rumah Warga Lansia Rusak Parah

  • 09 Mar 2026 05:10 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat kerusakan parah pada rumah seorang warga lansia pascaterjang angin kencang di Kecamatan Ngantang, Minggu (8/3/2026) sore. Peristiwa itu mengakibatkan bagian atap rumah rusak berat.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan awal dari Pos Lapangan (Poslap) Ngantang pada pukul 17.37 WIB.

"Berdasarkan informasi dari Poslap Ngantang, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB. Akibatnya, atap rumah milik Supeno (69) di Dusun Keweden, Desa Mulyorejo, mengalami kerusakan," ujar Sadono Irawan saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Sadono menjelaskan, rumah korban mengalami kerusakan cukup berat di beberapa bagian. Atap dapur, kamar mandi, dan kamar tidur hancur diterjang angin. Rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga (KK) dengan total empat jiwa itu pun untuk sementara tidak ditinggali.

"Dua dari penghuninya adalah lansia. Saat ini, proses pembersihan dan perbaikan instalasi kelistrikan masih dilakukan oleh tim di lapangan dibantu warga sekitar," tambahnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh tim di lokasi.

Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Malang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngantang, Perangkat Desa, PMI Kabupaten Malang, serta relawan dari Marva Telekomunikasi dan Buana Solusindo diterjunkan ke lokasi.

"Tim TRC (Tim Reaksi Cepat) dan Pusdalops kami langsung berkoordinasi dengan Poslap Ngantang untuk melakukan asesmen dan penanganan. Kondisi cuaca di lokasi saat ini masih hujan," jelas Sadono.

Adapun sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan korban saat ini antara lain terpal, sembako, peralatan masak, serta peralatan kebersihan. Masyarakat yang ingin membantu dapat berkoordinasi dengan posko setempat.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi," tutup Sadono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....