Pemkot Probolinggo Gerakkan PSN 3M dan Lavenderisasi untuk Cegah DBD

  • 05 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo menggerakkan upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M dan program lavenderisasi. Kegiatan ini digelar di Pendapa Kecamatan Kanigaran, Rabu (4/3/2026).

Program tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipasi meningkatnya kasus DBD, terutama saat musim penghujan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan, kasus DBD di Kota Probolinggo masih menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa.

Ia menyebutkan pada tahun 2024 tercatat sebanyak 490 kasus DBD dengan 6 kematian. Pada 2025 jumlahnya menurun menjadi 326 kasus dengan 4 kematian. Sementara hingga Maret 2026 tercatat sudah ada 39 kasus.

“Angka bebas jentik di Kota Probolinggo pada tahun 2025 rata-rata sebesar 78,8 persen. Angka ini masih di bawah target minimal 90 persen sehingga masih berpotensi memicu kasus DBD,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan PSN 3M yang meliputi menguras, menutup dan mengubur barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk merupakan langkah penting untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

Menurutnya, kasus DBD banyak menyerang anak-anak dan remaja sehingga perlu respons cepat dari seluruh elemen masyarakat.

“Ketika ada satu kasus demam berdarah, itu sudah merupakan kejadian luar biasa. Artinya harus ada respons cepat dari semua pihak, mulai dari jumantik, RT, RW, lurah hingga camat,” ujarnya.

Selain PSN 3M, pemerintah juga mendorong penanaman bunga lavender secara massal. Tanaman ini diketahui memiliki aroma yang dapat membantu mengusir nyamuk.

“Lavender ini tidak hanya bermanfaat untuk mengusir nyamuk, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi minyak herbal, kosmetik, hingga produk kecantikan,” tambahnya.

Melalui gerakan bersama ini, Pemkot Probolinggo berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti DBD dan leptospirosis dapat dicegah.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada camat yang berkontribusi dalam pencegahan DBD, penyerahan tanaman lavender kepada TP PKK kecamatan, serta penanaman lavender secara simbolis. Turut hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, jajaran perangkat daerah, camat, lurah, kepala puskesmas, serta kader jumantik se-Kota Probolinggo.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....