Kotak Baca Ada di Taman Maramis, Warga Probolinggo Dorong Peningkatan Literasi

  • 28 Feb 2026 21:47 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemandangan berbeda tampak di Taman Maramis, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan. Di sudut taman tersebut kini berdiri sebuah kotak baca yang menjadi ruang alternatif bagi warga, khususnya anak-anak dan pelajar, untuk menumbuhkan minat baca sambil menikmati suasana taman.

Kotak baca berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter itu berisi 29 buku yang didominasi buku anak, mulai dari novel hingga buku bergambar. Fasilitas sederhana tersebut merupakan inisiatif Wulandari (39), warga Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran.

“Jadi untuk ide awal pembuatan kotak buku literasi ini dari kebiasaan orang luar negeri yang menaruh buku di kotak depan rumahnya. Dari situlah saya kemudian mencobanya di Taman Maramis,” kata Wulandari, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, tujuan kotak baca ini agar masyarakat yang berkunjung ke taman memiliki alternatif kegiatan positif berupa membaca, selain berolahraga atau bersantai. Ia juga berharap anak-anak dapat menikmati suasana membaca di ruang terbuka tanpa harus jauh-jauh ke perpustakaan.

Sebelum menempatkan kotak baca tersebut,

Wulandari mengajukan izin kepada Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo terkait penentuan titik lokasi. Pihak DLH turut membantu dalam proses penempatan serta pengawasannya.

Ia menambahkan, berbeda dengan kotak baca di Taman Semeru yang menggunakan dana pribadi, pembuatan kotak baca di Taman Maramis beserta pengadaan bukunya berasal dari keuntungan penjualan kaos yang dipasarkan melalui media sosial.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Sejak setahun berdiri, kotak baca di Taman Semeru tercatat telah kehilangan 66 buku.

“Harapan kami, buku-buku yang saya letakkan tidak dicuri lagi. Karena jika ini terus terjadi, maka stok buku yang saya punya tidak bisa mengisi kembali kotak baca, khususnya yang ada di Taman Semeru,” imbuhnya.

Kehadiran kotak baca ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari inisiatif warga. Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas bersama, ruang terbuka hijau di Kota Probolinggo tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi yang bermanfaat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....