Dialog Interaktif Pemkot dan DPRD Libatkan 50 Ormas
- 27 Feb 2026 21:56 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo menggelar dialog interaktif dengan 50 organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kota Probolinggo di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi forum komunikasi terbuka untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah. Dialog dibuka Wali Kota Probolinggo, Aminuddin dan dihadiri Ketua DPRD Dwi Laksmi Synthakusumawardani, kepala perangkat daerah serta pimpinan ormas.
Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih Kota Probolinggo sebagai kota menuju kategori kota bersih. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan program prioritas Pemkot Probolinggo bertajuk BERSOLEK.
“Kita bangga mendapatkan penghargaan menuju kota bersih. Ini selaras dengan program BERSOLEK yang juga sejalan dengan amanat Presiden melalui program ASRI, untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat dan nyaman,” ujarnya.
Aminuddin menekankan pentingnya pengendalian sampah plastik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, tren kandungan mikroplastik di Kota Probolinggo menunjukkan penurunan sebagai hasil pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kita sedang berperang melawan sampah plastik. Jika ini bisa dikendalikan, masyarakat akan lebih sehat dan risiko penyakit dapat dicegah,” katanya.
Selain kebersihan, Pemkot juga memperkuat branding daerah melalui konsep “A City of Terrace” sebagai teras menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Branding ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
Ia menyebutkan, angka kemiskinan di Kota Probolinggo tercatat turun sebesar 0,69 persen. Berdasarkan data Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, pertumbuhan kredit ekonomi di daerah tersebut juga tergolong tinggi, menjadi indikator positif geliat ekonomi masyarakat.
Di sektor lain, Pemkot berencana mengembangkan potensi peternakan burung puyuh sebagai komoditas unggulan baru. Komoditas ini dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena masa produksi yang relatif cepat.
Dalam forum tersebut, wali kota juga menegaskan pentingnya kolaborasi pembangunan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media.
Dialog berlangsung interaktif dengan sejumlah masukan dari ormas, di antaranya usulan lomba kebersihan antar kampung dan program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Pemkot Probolinggo menyambut baik berbagai masukan tersebut dan menegaskan komitmennya memperkuat program kebersihan serta pemberdayaan masyarakat secara partisipatif.
Melalui dialog ini, diharapkan terbangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, legislatif dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang bersih, maju dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....