Puluhan Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Hasilkan 757 Kg Sampah

  • 27 Feb 2026 07:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 50 rumah tangga di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, menghasilkan 757,15 kilogram sampah dalam waktu delapan hari. Data tersebut terungkap dalam kegiatan Analisis Karakteristik Sampah (AKSA) yang digelar pada 11–18 Februari 2026.

Hasil riset menunjukkan 66,8 persen timbulan sampah didominasi oleh sampah organik. Temuan ini membuka peluang besar pengurangan sampah langsung dari sumber rumah tangga.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo, TPS3R Jalibar Berseri, dan ECOTON. Selama delapan hari, sampah dipilah ke dalam tiga kategori utama, yakni organik, daur ulang, dan residu.

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menyebut hasil AKSA menjadi landasan penting dalam perbaikan sistem pengelolaan sampah. “Mudah-mudahan hasil AKSA ini menjadi landasan agar pengelolaan sampah melalui pengambilan terpilah bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menambahkan, sistem pengangkutan terpilah memungkinkan penyelesaian sampah di tingkat rumah tangga dalam satu hari. Selain itu, langkah tersebut dinilai dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan memperkuat dukungan pemerintah daerah dalam penanganan residu di TPA.

Dari total sampah yang terkumpul, komponen organik berupa sisa makanan, kulit buah, dan sayuran menjadi penyumbang terbesar. Persentase ini bahkan konsisten muncul setiap hari pengamatan dan sempat menembus angka di atas 65 persen.

Dominasi sampah organik memiliki tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan lingkungan. Jika dikelola melalui pengomposan mandiri atau komunal, beban pengangkutan ke TPA dapat ditekan secara signifikan dan risiko pencemaran lingkungan bisa diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....