Dua Bukit di Wilayah Tosari Bromo Longsor

  • 26 Feb 2026 16:17 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Intensitas hujan lebat di wilayah Gunung Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mengakibatkan dua bukit di wilayah Desa Wonokriti longsor.

Selain material tanah yang mengalami longsor cukup banyak, sejumlah kendaraan yang terparkir di bawah bukit pun juga ikut tertimbun, Rabu (25/2/2026) dini hari.

Camat Tosari Bakhtiar Bachri mengatakan, kawasan Tosari sedang terjadi hujan deras berkepanjangan. Beberapa jam sebelum kejadian, hujan deras juga disertai angin kencang terus mengguyur.

Warga setempat yang biasa beraktivitas nongkrong dan menunggu wisatawan di bawah dua bukit Kedaluh dan Dingklik, memarkir kendaraan mereka disana. Sekitar pukul 01.00 dua bukit tersebut longsor dan seketika menimbun tujuh kendaraan roda dua.

“Ada tujuh sepeda motor yang tertimbun longsor, karena hujan deras plus angin kencang mengguyur selama berjam-jam," kata Bachtiar melalui sambungan selulernya, Kamis (26/2/2026).

Dijelaskannya, untuk tebing kedaluh adalah lokasi tebing yang menimpa tujuh kendaraan. Volume longsor memiliki panjang 20 meter dan tinggi 10 meter. Sedangkan bukit dingklik longsor dengan volume panjang 10 meter, tinggi 5 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari itu. Hanya saja, akses jalan menuju ke wisata gunung bromo tertutup.

"Akses wisata menuju Bromo tertutup sampai selesai gotong royongnya," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menegaskan, usai kejadian pihaknya bersama Dinas Bina Marga Provinsi bersama TNBTS sampai Forkopimca dan warga sekitar langsung berupaya menormalkan kembali jalur yang sempat tertutup akibat longsor.

Hasilnya, pada kamis pagi, jalan sudah bisa dilewati kembali meski masih ada satu sepeda motor milik warga yang masih tertimbun cukup dalam.

"Alhamdulillah, pagi tadi jalan sudah bisa dilewati dan dilanjutkan dengan pembersihan sekaligus evakuasi satu sepeda motor yang belum bisa diambil. Terima kasih karena sudah gotong royong," jelasnya.

Dengan kejadian ini, Sugeng mengimbau masyarakat di daerah pegunungan untuk meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana tanah longsor yang bisa saja terjadi pada cuaca ekstrim seperti saat ini.

"Kami berpesan, harus tetap waspada dengan cuaca yang tidak menentu, ekstrim, hujan deras disertai angin kencang, utamanya di wilayah yang memang terdampak bencana," harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....