Rencana Pembangunan Pasar Baru di Kota Pasuruan Batal
- 26 Feb 2026 12:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Rencana Pemerintah Kota Pasuruan untuk membangun pasar baru di wilayah Kecamatan Bugul Kidul pada tahun ini, batal.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo mengatakan, batalnya pembangunan pasar baru di wilayah Bugul Kidul lantaran dampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).
"Iya belum masuk tahun ini. Karena TKD berkurang," kata Adi melalui sambungan selulernya, Kamis (26/02/2026).
Dijelaskannya, Pemkot sebenarnya sudah menyedikan lahan aset yang berada di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul. Luasnya sekitar 2 hektare. Selain itu, pemkot juga sudah melakukan kajian atas pasar tersebut dan bahkan sudah sempat dilakukan pengurukan lahan pada tahun 2025.
Namun karena pemerintah pusat melakukan pemangkasan TKD, maka berdampak juga ke daerah, sehingga Pemda juga harus melakukan banyak pertimbangan.
“Kami juga harus memikirkan mana yang menjadi prioritas,” singkatnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, R. Imam Joko Sih Nugroho, menyoroti kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Ia menyebut pengurangan transfer dana pusat tahun ini mencapai sekitar Rp139 miliar, sehingga memberi tekanan cukup besar terhadap APBD Kota Pasuruan.
Menurut Imam, ketergantungan anggaran Kota Pasuruan yang lebih dari 70 persen bersumber dari dana transfer pusat membuat kebijakan tersebut berimbas langsung pada sejumlah program dan kegiatan, terutama di sektor infrastruktur. Salah satu yang terdampak adalah rencana pembangunan pasar baru di Kecamatan Bugul Kidul yang sebelumnya dianggarkan sekitar Rp14 miliar.
“Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi program dan kegiatan, khususnya pembangunan infrastruktur, termasuk rencana pasar di Bugul Kidul. Padahal pembangunan itu bisa memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Imam.
Ia menilai, pasar baru tersebut sejatinya dapat menjadi rintisan pengelolaan pasar yang lebih tertata di Kota Pasuruan. Karena itu, ia berharap pada tahun anggaran 2027 mendatang proyek tersebut bisa kembali dimasukkan sebagai prioritas pembangunan.
“Harapan saya tahun 2027 bisa diprioritaskan. Tapi Pemkot harus sudah menyiapkan desain dan konsep pasar yang berkesinambungan. Jangan sampai pasar baru nanti kondisinya tidak jauh berbeda dengan pasar yang sudah ada—semrawut, kumuh, dan kurang nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....