Kerugian Penipuan Capai Rp 700 Miliar, Indosat Hadirkan Fitur Anti-Scam

  • 25 Feb 2026 21:22 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Malang - Lonjakan kasus penipuan digital di Jawa Timur menjadi sorotan menjelang Ramadan 2026. Tercatat sekitar 63 ribu kasus penipuan terjadi melalui telepon, SMS, hingga WhatsApp dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 700 miliar.

SVP Head of Marketing Java Indosat Ooredoo Hutchison, Ariyanto Adhi Kusumo, mengatakan angka tersebut menunjukkan ancaman kejahatan digital semakin serius, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat di bulan puasa.

“Data menunjukkan di Jawa Timur ada sekitar 63 ribuan kasus penipuan melalui telepon, SMS maupun WhatsApp. Nilai kerugiannya mencapai sekitar Rp 700 miliar. Ini yang membuat kami harus hadir memberikan perlindungan,” ujar Ariyanto, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut dia, Ramadan menjadi periode rawan karena intensitas komunikasi dan transaksi digital meningkat. Tanpa perlindungan yang memadai, masyarakat berpotensi menjadi korban.

“Kita sedang menjalankan ibadah suci puasa. Aktivitas digital meningkat, maka kita harus preventif supaya tidak menjadi korban penipuan,” katanya.

Sebagai respons, Indosat menghadirkan fitur perlindungan digital atau anti-scam yang mampu mendeteksi dan memblokir indikasi penipuan dari SMS dan panggilan telepon.

Perlindungan tersebut kini diperluas hingga pesan dan panggilan WhatsApp yang terindikasi sebagai upaya penipuan.

“Bulan ini kami sudah bisa melindungi pelanggan dari WhatsApp message dan WhatsApp call yang terindikasi penipuan. Ini wujud nyata perlindungan bagi pelanggan dan keluarga selama Ramadan,” ujarnya.

Fitur tersebut dapat diaktifkan pelanggan melalui aplikasi resmi layanan perusahaan dengan langkah sederhana. Indosat berharap langkah ini dapat menekan risiko kerugian akibat penipuan digital, khususnya selama Ramadan hingga Idulfitri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....