Paguyuban PKL Kota Batu Keluhkan Pedagang Liar di Alun-Alun

  • 19 Feb 2026 12:17 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Kota Batu – Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Batu mengeluhkan maraknya pedagang liar yang berjualan di area terlarang sekitar Alun-Alun Kota Batu sehingga dinilai merugikan pedagang resmi.

Ketua Paguyuban PKL Batu, Puspita Hedisari, mengatakan area yang seharusnya steril justru kerap ditempati pedagang liar. Ia mencontohkan lokasi yang digunakan diantaranya adalah trotoar lingkar Alun Alun.

“Kondisi tersebut sudah beberapa kali kami keluhkan kepada penegak peraturan daerah,” ujarnya pada segmen HALO RRI edisi Rabu 18 Februari 2026.

Ia menegaskan para pedagang resmi telah mengurus izin dan membayar retribusi sesuai zonasi yang ditentukan.

“Karena itu, kami berharap aturan yang sama dapat diterapkan kepada seluruh pedagang tanpa pengecualian,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan PKL liar mulai marak sejak menjelang libur Natal.

“Meski razia sempat dilakukan, pengawasan masih belum konsisten sehingga pedagang kembali berjualan setelah petugas meninggalkan lokasi,” ungkap Puspita.

Ia menyebut razia telah dilakukan beberapa kali, namun pedagang liar tetap membandel. Setiap penertiban, mereka pergi. Petugas pergi, PKL nya dating lagi.

Puspita juga mengungkapkan jumlah pedagang liar cukup banyak, bahkan lebih dari 50 orang yang berjualan hingga melingkari area jalan protokol. “Hal ini berdampak besar terhadap pedagang yang sudah menempati lokasi resmi seperti kami,” ucapnya.

Pada musim liburan, para pedagang liar disebut sudah beroperasi sejak siang hari dan semakin ramai pada malam hari.

“Kondisi ini membuat persaingan usaha menjadi tidak sehat karena pengunjung cenderung tidak masuk ke area dalam yang ditempati pedagang resmi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah menegakkan aturan secara konsisten dan menyeluruh. Puspita menyatakan ia dan para pedagang resmi tidak meminta perlakuan khusus, melainkan kepastian hukum agar usaha pedagang resmi tetap berjalan sehat.

“Dengan penegakan hukum yang tegas, pedagang kecil yang telah mengikuti aturan dapat tetap bertahan dan ekonomi mereka tidak tergerus secara perlahan,” harap Puspita di akhir perbincangan. (Meuthia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....