Imlek, Buruh Panggul Terminal Bayuangga Nikmati Lonjakan Rezeki

  • 18 Feb 2026 20:20 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Momen libur panjang Tahun Baru Imlek membawa berkah tersendiri bagi buruh panggul di Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Jumlah penumpang yang meningkat signifikan berdampak langsung pada kenaikan pendapatan para pekerja lepas di terminal tersebut.

Bahri, salah satu kuli panggul di Terminal Bayuangga, mengaku pendapatannya naik hingga 100 persen dibanding hari biasa. Jika biasanya ia hanya memperoleh sekitar Rp50 ribu per hari, saat libur panjang Imlek kemarin penghasilannya bisa mencapai Rp100 ribu per hari.

“Kalau hari biasa paling Rp50 ribu. Kemarin waktu libur panjang bisa sampai Rp100 ribu. Penumpang banyak, jadi kami juga ikut dapat rezeki lebih,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Namun, menurut Bahri, peningkatan tersebut bukan hal yang rutin terjadi. Lonjakan pendapatan hanya dirasakan saat momen tertentu seperti libur panjang atau akhir pekan. Di luar itu, ia mengaku hanya bisa memasrahkan rezekinya kepada Tuhan.

Selain membantu mengangkat barang penumpang, Saipul juga kerap mendapat “ceperan” dari sopir bus yang akan berangkat ke kota tujuan karena membantu mencarikan penumpang. Baginya, hal tersebut menjadi tambahan penghasilan yang sangat berarti di tengah ketidakpastian pendapatan harian.

Hal senada disampaikan Roni, kuli panggul lainnya di terminal tersebut. Ia juga merasakan kenaikan pendapatan saat musim liburan. Namun di balik itu, ia menyimpan kekhawatiran terhadap masa depan pekerjaannya.

Menurut Roni, keberadaan transportasi kereta komuter atau commuter line yang direncanakan melintas dari Surabaya ke Probolinggo berpotensi mengurangi jumlah penumpang bus di terminal.

“Saya yakin tambah habis, Mas. Sehari bisa tiga kali berangkat, itu pun harga tiketnya cuma Rp8.500. Pasti terminal semakin sepi,” katanya.

Ia khawatir, jika jumlah penumpang bus terus menurun, maka penghasilan buruh panggul di terminal juga akan semakin tergerus.

Roni pun berharap ada peluang pekerjaan lain yang bisa diakses dirinya dan rekan-rekannya demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Kisah para buruh panggul di Terminal Bayuangga ini menjadi cerminan nasib pekerja sektor informal yang sangat bergantung pada pergerakan penumpang dan situasi musiman.

Di tengah dinamika perkembangan transportasi, mereka berharap tetap memiliki ruang untuk bertahan dan mencari nafkah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....