Gedung SDN Pamatan 2 Ambrol, Disdikdaya Siapkan Perbaikan
- 17 Feb 2026 07:33 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Tiga ruang kelas di SDN Pamatan 2 Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ambrol usai diguyur hujan deras, Sabtu (14/2) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Ruang kelas yang terdampak yakni kelas 1, 2 dan 3. Peristiwa terjadi tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Diduga, rangka atap bangunan tidak mampu menahan beban genting yang semakin berat setelah terus-menerus diguyur hujan. Selain itu, kondisi tanah yang bergerak turut memperparah kerusakan.
Kepala SDN Pamatan 2, Fatah Yasin, menjelaskan kejadian pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang saat itu berada di lokasi.
“Langsung terdengar suara ‘bruak’. Penjaga sekolah kami langsung menelepon saya untuk menginformasikan kejadian tersebut,” ujar Fatah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan meliputi genting yang berserakan di lantai, rangka atap berbahan galvalum yang patah, hingga plafon yang runtuh. Struktur dinding bangunan tidak mengalami kerusakan. Namun material atap yang jatuh mengenai sejumlah fasilitas belajar seperti meja dan kursi siswa.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena terjadi di luar jam kegiatan belajar mengajar.
Meski demikian, aktivitas pembelajaran tetap berjalan pada Sabtu pagi. Untuk sementara, siswa kelas 1, 2 dan 3 dipindahkan ke aula sekolah dengan sistem sekat agar proses belajar tetap kondusif.
“Kelas 1 ada 24 murid, kelas 2 ada 18 murid, dan kelas 3 ada 16 murid. Semuanya kami pindahkan ke aula dengan sistem sekat di dalam ruangan,” jelas Fatah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hary Thajono, memastikan perbaikan akan segera dilakukan menggunakan dana Tak Terduga (TT).
“Sementara kita perbaiki sebisa mungkin dan menggunakan dana TT. Sudah dilakukan assessment, sudah menghitung kebutuhan anggaran dan sudah diajukan ke Bupati. Mungkin dalam waktu dekat akan diperbaiki dengan menggunakan dana TT,” ujar Hary.
Diketahui, bangunan yang terdampak merupakan bangunan tahun 2024. Sebelum kejadian, wilayah setempat diguyur hujan sangat lebat. Pemerintah daerah telah melakukan assessment lapangan dan mengajukan anggaran perbaikan agar proses rehabilitasi dapat segera dilaksanakan dan kegiatan belajar mengajar kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....