Deforestasi Ancam Generasi Muda, Implementasi Kebijakan Lemah
- 15 Feb 2026 15:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang kini dirasakan masyarakat, termasuk di Jawa Timur. Dalam Dialog Beranda Asta Cita PRO 1 RRI Malang, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur, Wahyu Eka Setiawan, menegaskan bahwa fenomena perubahan iklim bersifat global dan berdampak langsung pada daerah.
Ia mencontohkan deforestasi besar-besaran di Amazon, Kalimantan, dan Papua yang rata-rata kehilangan satu juta hektar hutan. Di Jawa Timur sendiri, kehilangan hutan mencapai lebih dari 1.000 hektar, dengan rata-rata 300–400 hektar per tahun, terutama hutan primer dan alami.
“Kehilangan tutupan hutan artinya kehilangan penyerap karbon alami. Karbon itu sifatnya panas. Ketika menumpuk, dampaknya suhu bumi meningkat drastis dan memicu anomali cuaca,” ungkapnya, Minggu, (15/2/ 2026).
Data WALHI mencatat, sepanjang 2022–2024, hutan alami di Jawa Timur mengalami kehilangan signifikan, menyumbang emisi karbon hingga 50 metrik ton dari total emisi. Alih fungsi kawasan untuk wisata, pertanian, dan perkebunan di Pasuruan, Kota Batu, Ijen Bondowoso, dan Banyuwangi menjadi faktor dominan.
Dampaknya tak hanya ekologis, tetapi juga psikologis. “Kita menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Masyarakat mengalami kerugian langsung dan tidak langsung. Bahkan muncul istilah climate anxiety, kecemasan akibat perubahan iklim,” ujarnya.
Wahyu juga mengkritisi lemahnya implementasi regulasi. Menurutnya, Indonesia belum memiliki peta jalan (road map) krisis iklim yang konkret di level daerah. “Kita ini hanya respons ketika bencana terjadi. Tidak ada perda pro iklim yang benar-benar berjalan. Padahal dunia sudah masuk fase global boiling,” katanya, merujuk peringatan Sekjen PBB.
WALHI mendorong percepatan RUU Keadilan Iklim yang telah masuk Prolegnas, sebagai langkah progresif menekan deforestasi dan emisi demi menyelamatkan generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....