Imlek, Klenteng Tjoe Tie Kiong Bersih-Bersih Altar
- 14 Feb 2026 15:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Ada yang berbeda di Klenteng Tjoe Tik Kiong di jalan Lombok, Kelurahan Trajeng, Kota Pasuruan, Jumat (13/2/2026).
Tak seperti biasanya, beberapa orang pengurus klenteng terlihat sibuk membersihkan setiap benda dan sudut klenteng yang sudah berdiri sejak Tahun 1625 Masehi itu.
Mereka melakukan kegiatan bersih-bersih untuk persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577.
Tan Mei Ling (69), salah satu warga keturunan Tionghoa sekaligus Ketua Harian Klenteng Tjoe Tik Kiong mengatakan, menjelang perayaan Imlek, agenda didahului dengan kegiatan ayak abu, kemudian membersihkan altar dan patung. Barulah setelah itu dilanjutkan dengan proses pembersihan ruangan dan lantai.
"Sekarang ini yang sedang kita lakukan ya mengayak abu. Ini tradisi yang diwariskan oleh orang tua atau leluhur yang harus tetap dijalankan sebagai wujud penghormatan," jelasnya.
Mei Ling yang juga punya nama Mellyana Sulistiyawati ini mengungkapkan para pengurus juga ikut membersihkan altar dan patung Dewi Tian Shang Sheng Mu (Mak Co) dengan sangat hati-hati.
"Kain yang kita gunakan berbahan katun halus yang sudah dibasahi. Kita juga gunakan cutton bud untuk membersihkan di detail pahatan patung," imbuhnya.
Satu hal lagi, dari seluruh patung yang ada di dalam klenteng, tidak boleh ada patung yang langsung dicelupkan ke dalam air.
"Soalnya gampang rusak," ucapnya sambil mengelap patung.
Tidak hanya cukup dilap dengan kain basah, semua puluhan altar di klenteng ini
juga dibasuh dengan air bunga mawar dan melati. Setelah bersih, semua altar kemudian ditata dengan rapi di tempat semula.
Tan Mei mengaku sangat bahagia dapat ikut serta membersihkan tempat peribadatan menjelang perayaan imlek.
"Sejak kecil saya suka seperti ini, membersihkan patung dan altse. Apalagi bisa membersihkan patung Mak Co ini" katanya.
Lebih lanjut Tan Mei menambahkan bahwa perkembangan dan kegiatan di Klenteng Tjoe Tik Kiong tidak lepas dari jasa Presiden KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur). Karena sejak di cabutnya Inpres No. 14/1967 tentang larangan agama, kepercayaan, dan adat istiadat Cina, Klenteng Tjoe Tik Kiong menjadi ramai. Masyarakat etnis China dapat merayakan Imlek secara terbuka, termasuk perayaan Cap Go Meh dan seni Barongsai.
"Setiap perayaan Imlek kami selalu berdo'a untuk beliau (Gus Dur). Karena Gus Dur mengajarkan nilai-nilai pluralisme," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....