Kebiasaan Belanja Tiap Satker Jadi Tantangan Penyerapan Anggaran

  • 10 Feb 2026 18:55 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kepala KPPN Malang menilai tantangan penyerapan APBN lebih pada pola kebiasaan setiap satker dalam melakukan aktivitas belanja bulanan. Hal itu disampaikan Muhammad Rusna saat menjelaskan realisasi APBN Januari 2026 di Gedung RCE Center.

Menurut Rusna, proses pengadaan seharusnya tidak menunggu tahun anggaran berjalan. “Pengadaan sudah bisa dilakukan sejak akhir tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan tahapan pengadaan memerlukan waktu panjang jika dimulai pada awal tahun. Proses lelang hingga sanggah dapat dilakukan sebelum tahun anggaran berjalan sebenarnya.

Beberapa satuan kerja telah menerapkan pengadaan lebih awal. Hasilnya, penyerapan belanja mencapai Rp41 miliar pada awal 2026.

Angka tersebut meningkat signifikan dibanding periode sama pada tahun 2025 lalu. “Tahun lalu hanya sekitar Rp20 miliar,” kata Rusna.

Belanja modal juga mengalami lonjakan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Belanja modal naik dari Rp54 juta menjadi Rp2 miliar,” jelasnya.

Namun, Rusna menyebut belanja barang masih mendominasi dari sisi nominal. “Belanja barang mencapai Rp41 miliar, sedangkan belanja modal hanya mencapi Rp2 miliar,” ujarnya.

Meski demikian, persentase kenaikan belanja modal dinilai paling besar. Peningkatan ini menunjukkan perbaikan kesadaran belanja awal tahun setiap satker di wilayah Malang Raya.

Rusna optimistis penyerapan akan lebih agresif pada bulan Februari dan Maret 2026. “Tantangannya memotivasi para satker agar tidak menunggu, tapi aktif belanja,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....