HPN 2026, LKBN Antara Dorong Pers Sehat Berkelanjutan

  • 09 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi bagi kawan pers dalam mewujudkan pers yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kondisi pers saat ini dihadapkan pada tantangan serius, khususnya dari sisi finansial, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Redaktur Perum LKBN ANTARA, Endang Sukarelawati, menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir kondisi industri pers mengalami tekanan ekonomi. “Beberapa tahun terakhir ini agak seret secara finansial, terutama setelah masa pandemi dan adanya efisiensi nasional yang berdampak pada rasionalisasi karyawan di berbagai media,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran kerja sama, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, turut memengaruhi keberlangsungan media. “Kondisi tersebut menuntut perusahaan pers untuk mencari terobosan dan inovasi agar tetap bertahan tanpa mengorbankan independensi pemberitaan,” ucap Endang.

Menurutnya, pers yang sehat tidak hanya diukur dari kualitas konten jurnalistik, tetapi juga dari kemandirian ekonomi. “Pers sehat itu tidak hanya sehat dalam pemberitaan, tetapi juga harus sehat secara finansial agar bisa menjalankan fungsinya dengan optimal,” ungkapnya.

Selain tantangan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Endang menegaskan bahwa sertifikasi wartawan merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme. “Sekarang Dewan Pers mengharuskan uji kompetensi. Dengan sertifikasi, kualitas pers akan terjaga secara alami,” ujarnya.

Endang menambahkan, di Malang Raya terdapat empat organisasi wartawan yang telah diakui Dewan Pers, yakni PWI, AJI, PFI, dan IJTI. “Keberadaan organisasi tersebut berperan penting dalam meningkatkan kapasitas wartawan melalui pelatihan dan kerja sama lintas sektor,” ucapnya.

Di tengah maraknya media sosial dan kecerdasan buatan, ia menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menjaga akurasi informasi. “Media sosial dinilai hanya sebagai sumber informasi awal yang tetap harus diverifikasi sebelum menjadi produk jurnalistik,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Pers Nasional 2026, kawan pers diharapkan mampu memperkuat komitmen untuk membangun pers yang sehat, profesional, dan beretika. Pers yang sehat diyakini menjadi fondasi penting dalam mendukung ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat. (Meuthia Adzkiya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....