Prasasti Merjosari, Bercerita Tentang Pendirian Asrama Pertapaan

  • 06 Feb 2026 17:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ternyata menyimpan jejak sejarah panjang yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Fakta tersebut disampaikan oleh sejarawan Suwardono dalam program Warung Gaul PRO 4 RRI Malang. 

"Wilayah ini telah memiliki peran penting sejak masa Kerajaan Kanjuruhan hingga periode kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur," Kata Suwardono pada Jumat (6/2/2026). 

Menurut Suwardono, salah satu bukti penting sejarah Merjosari berasal dari masa Kerajaan Kadiri, yakni ditemukannya sebuah prasasti yang dikenal sebagai Prasasti Merjosari. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Raja Kadiri terakhir, Raja Kertajaya, dan bertanggal 8 Februari 1217 Masehi. 

"Penamaan Prasasti Merjosari merujuk pada lokasi penemuannya, yakni di wilayah Desa Merjosari," katanya. 

Isi Prasasti Merjosari menjelaskan tentang pendirian sebuah lingkungan pertapaan yang disebut wanasrama, yaitu asrama pertapaan yang berada di kawasan hutan. Menariknya, wanasrama ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah menikah dari berbagai lapisan sosial, mulai dari golongan atas, menengah, hingga bawah. 

"Hal ini menunjukkan adanya kehidupan spiritual yang menyatukan masyarakat lintas status sosial dalam satu lingkungan kependetaan," jelasnya. 

Dengan adanya prasasti tersebut, dapat disimpulkan bahwa Merjosari pada masa Kerajaan Kadiri berfungsi sebagai kawasan pertapaan wanasrama. Kondisi ini, menurut Suwardono, berkaitan erat dengan kebijakan Raja Kertajaya yang pada akhir masa pemerintahannya lebih menitikberatkan pada pengembangan bidang kerohanian dibandingkan urusan sosial dan politik.

"Kebijakan tersebut diduga menjadi salah satu faktor melemahnya Kerajaan Kadiri,"

Lebih lanjut, Suwardono juga mengungkapkan bahwa di wilayah Merjosari, khususnya di sekitar Jalan Joyosuko Gang 2, kawasan pasar pindahan bagian selatan yang mengarah ke barat, masih ditemukan banyak tinggalan sejarah pada kisaran tahun 1983–1984. Beberapa di antaranya kini disimpan oleh warga setempat, sementara sebagian lainnya telah diamankan di Museum Mpu Purwa Malang serta museum di Jakarta.

"Temuan-temuan tersebut semakin menguatkan posisi Merjosari sebagai kawasan yang memiliki nilai historis tinggi dan penting untuk terus diteliti serta dilestarikan," pungkasnya. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....