Gempa Picu Keterlambatan Sejumlah Perjalanan Kereta Api

  • 06 Feb 2026 10:21 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Gempa bumi yang dirasakan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya pada Jumat (6/2) pukul 01.08 WIB menyebabkan keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya memastikan keterlambatan tersebut terjadi akibat penghentian sementara operasional demi menjamin keselamatan perjalanan.

Sesaat setelah gempa dirasakan, KAI Daop 8 Surabaya menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) pada kereta api yang melintas di wilayah operasional. 

“Langkah ini dilakukan untuk memberikan waktu kepada petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga fasilitas pendukung lainnya,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan dalam kondisi darurat seperti gempa bumi.

“Penghentian sementara perjalanan kereta api merupakan langkah antisipatif agar petugas dapat memastikan seluruh prasarana dalam kondisi aman sebelum operasional kembali dijalankan,” ujarnya.

Pemeriksaan prasarana dilakukan oleh petugas di berbagai lintas wilayah Daop 8 Surabaya. Berdasarkan laporan bertahap dari lapangan, seluruh jalur dinyatakan aman dan layak operasi, sehingga perjalanan kereta api kembali dijalankan secara normal.

Akibat penghentian sementara tersebut, tercatat empat perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, yakni KA Matarmaja terlambat 30 menit, dua KA Ijen Ekspres terlambat 69 menit dan 66 menit, KA Limas serta layanan angkutan barang (cargo) terlambat  42 menit.

KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat keterlambatan tersebut. KAI juga mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses pemeriksaan dan pengamanan berlangsung.

“KAI memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan guna menjaga keandalan layanan transportasi bagi masyarakat,” tandasnya. 
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....