Wali Kota Pasuruan Tegaskan Konflik Antar Nelayan Sudah Berakhir
- 05 Feb 2026 09:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Walikota Pasuruan, Adi Wibowo menegaskan bahwa konflik antar nelayan yang berujung pembakaran sejumlah perahu di Pelabuhan Kota Pasuruan, sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Statement tersebut disampaikan Mas Adi - sapaan akrab Walikota Pasuruan ini usai memimpin pertemuan dengan sejumlah pihak di Kantor Kecamatan Panggungrejo, Rabu (5/2/2026) malam.
Menurutnya, pertemuan digelar selama 1-2 jam dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kepolisian, TNI, Camat, Kades sampai Polda Jatim.
Tujuannya tak lain untuk mencari solusi dari persoalan yang membuat gempar masyarakat Pasuruan ini.
"Kita bertemu tokoh masyarakat, Kapolres, Camat dan Kades sampai Polda Jatim untuk duduk satu meja bersama-sama mencari solusi, dan alhamdulillah kita sepakat semua persoalan diselesaikan dengan kekeluargaan," katanya.
Dijelaskan Mas Adi, persoalan konflik antar nelayan menjadi tanggung jawab kita semua pihak. Oleh sebab itu, ia sangat berterima kasih lantaran semua pihak mendukung untuk menjaga keamanan dan ketertiban hingga tak sampai memakan korban.
"Karena kita semua satu saudara. Maka dari itu, semua permasalahan apapun, mari kita selesaikan dengan hati yang sejuk dan kepala dingin," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa POLRI dan TNI akan senantiasa hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Hanya saja, keberhasilan upaya menjaga kamtibmas tak hanya bergantung dari POLRI TNI, namun seluruh masyarakat harus bahu membahu menyelesaikan apapun permasalahan yang dapat berdampak luas.
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman, namun kami gak bisa bekerja sendiri, harus dibantu seluruh lapisan masyarakat sampai semuanya bisa diselesaikan dengan kepala dingin," tegasnya.
Untuk saat ini, Titus menegaskan situasi sudah kondusif dan masyarakat bisa kembali beraktifitas. Sedangkan petugas pengamanan akan terus melakukan penjagaan di sekitar lokasi, untuk mencegah bentrokan susulan yang bisa saja terjadi.
"Petugas tetap kami terjunkan, tapi masyarakat silahkan bisa beraktifitas seperti sedia kala," tutupnya.
Diketahui, Sejumlah perahu yang tengah bersandar di perairan Pasuruan, tepatnya Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dibakar, Rabu (4/2/2026) malam.
Total sebanyak empat perahu milik warga Dusun Kisik yang dibakar oleh orang tak dikenal, dan diduga terjadi akibat konflik antar-nelayan di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Tepatnya kelompok nelayan dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dengan nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....