Wali Kota Pasuruan Buka Selantang Mandiri Level Standart 1

  • 27 Jan 2026 13:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Sekolah Lanjut Usia Tangguh (Selantang) Mandiri Level Standar 1 Tahun 2026, resmi dimulai. 

Dimulainya sekolah bagi para lansia tersebut ditandai dengan pembukaan secara resmi oleh Walikota Pasuruan, Adi Wibowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/1/2026). 

Hadir pula Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Ani Firdaus; Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Kota Pasuruan, Siti Zuniati, Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto serta Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat. 

Menurut Siti, antusiasme masyarakat pada tahun ajaran baru ini cukup tinggi. Total ada395 peserta baru bergabung dan akan terbagi ke dalam 9 kelas yang tersebar di wilayah kelurahan dan kecamatan se-Kota Pasuruan.

"Syukur alhamdulillah semakin ke sini jumlah pesertanya semakin banyak. Dan kami pun menyambutnya dengan gembira," katanya. 

Dengan tambahan siswa baru tersebut, total siswa Selantang di Kota Pasuruan sampai dengan tahun 2026 mencapai 805 orang. Ratusan orang tersebut terbagi dalam 24 kelas yang terdiri dari 9 kelas Level S1, 7 kelas Level S2, dan 8 kelas Level S3.

Kata Siti, Selantang hadir sebagai wadah pembelajaran non-formal yang berfokus pada penguatan mental dan fisik. 

"Supaya mereka terus aktif dalam bermasyarakat maupun melakukan hal-hal yang membuat mental dan fisik tetap terjaga," imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Pasuruan, Adi Wibowo menegaskan bahwa para lansia di Kota Pasuruan kini semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta kebahagiaan di usia senja. Dan hal tersebut didapatkandengan menjadi peserta Sekolah Selantang.

“Melalui Selantang, kita tegaskan arah pembangunan menuju terwujudnya Lansia Emas yang energik, mandiri, aktif, dan sehat pada tahun 2026 ini,” ujar Mas Adi.

Lebih lanjut Mas Adi juga mengapresiasi semangat serta peran aktif alumni Selantang yang masih terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kreativitas. Salah satunya melalui grup Medley dan Lansia Dance (MDLD) yang terus berkontribusi positif dan tampil di berbagai acara hingga mengharumkan nama daerah.

"Terus dijaga dan dipertahankan apa yang sudah bapak ibu dapatkan selama menjadi peserta sekolah selantang," harapnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto menyebutkan meningkatnya jumlah lansia merupakan indikator keberhasilan pembangunan, khususnya peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH). 

"Berdasarkan data terbaru, AHH di Kota Pasuruan telah mencapai angka 74 tahun. Ini keren sekali dengan program yang sangat dinamis," harapnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....