Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Tengger Probolinggo
- 26 Jan 2026 15:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Museum Tengger yang telah direvitalisasi di kawasan kaki Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Senin (26/1/2026).
Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya dan tradisi masyarakat Suku Tengger.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur dalam merevitalisasi Museum Tengger.
Menurutnya, museum memiliki peran penting sebagai pusat informasi, edukasi, dan budaya, khususnya bagi destinasi wisata unggulan seperti Gunung Bromo.
“Museum Tengger ini menyimpan ekspresi budaya masyarakat Tengger yang sangat kaya, mulai dari benda pusaka, busana tradisional, dokumentasi hingga ritual adat. Nilai-nilai luhur seperti harmoni dengan alam, gotong royong, toleransi dan spiritualitas adalah kekuatan budaya yang harus terus dijaga,” ujar Fadli Zon.
Ia berharap Museum Tengger dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem wisata Bromo, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami budaya dan adat istiadat masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Heriyani, menjelaskan proses revitalisasi Museum Tengger dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari diskusi terfokus bersama akademisi, tokoh adat, hingga masyarakat Tengger, baik wilayah Wetan maupun Brang Kulon.
“Partisipasi masyarakat menjadi poin penting dalam penyusunan storyline Museum Tengger. Selain mempertimbangkan kondisi eksisting, revitalisasi ini juga melihat peluang pengembangan museum di masa depan,” jelasnya.
Endah menambahkan, bangunan museum yang terdiri dari dua lantai dibagi menjadi dua tema besar. Lantai pertama mengusung tema kehidupan sehari-hari masyarakat Tengger yang terbagi dalam lima zona, sedangkan lantai kedua mengangkat tema gunung yang bersifat sakral dan ritual, sebagai metafora kekuatan gunung yang melindungi kehidupan manusia.
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, mengatakan peresmian Museum Tengger menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya dan sejarah daerah. Ia berharap museum ini dapat menjadi ruang edukasi, dokumentasi, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, pelaku budaya, dan generasi muda untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan Museum Tengger ini,” ujarnya.
Revitalisasi Museum Tengger didukung melalui pendanaan APBN tahun 2025 dan diharapkan mampu memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya budaya dan tradisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....