Tahun 2025, Timbulan Sampah Kota Batu Turun Signifikan

  • 30 Des 2025 11:18 WIB
  •  Malang

KBRN, Batu : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mencatat penurunan signifikan timbulan sampah sepanjang 2025. Total timbulan sampah tahun ini mencapai 44.178,87 ton per tahun, menurun dibandingkan 2024 yang sebesar 52.910,59 ton per tahun. Capaian tersebut menjadi refleksi kinerja DLH sekaligus pijakan penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan pada 2026.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menyampaikan bahwa penurunan timbulan sampah didorong penguatan pengelolaan berbasis pengurangan di sumber serta meningkatnya partisipasi masyarakat. "Pengelolaan sampah diarahkan tidak lagi bergantung pada penimbunan di landfill, melainkan melalui pengolahan harian dan pengurangan sejak hulu," ujarnya, merefleksikan pengelolaan sampah Kota Batu tahun 2025.

Ia menjelaskan, sejak 2024 hingga 2025 pengelolaan sampah di TPA menerapkan sistem one day process tanpa penimbunan di landfill. Kondisi ini berbeda dengan 2022, ketika sampah masih ditimbun di sel aktif. Kebijakan tersebut dinilai efektif menekan beban lingkungan sekaligus memperpanjang umur tempat pemrosesan akhir.

Dari sisi kinerja, pada 2025 pengurangan sampah mencapai 57,1 persen, sedangkan penanganan sampah berada pada angka 30,95 persen. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan 2024, ketika pengurangan sampah baru mencapai 25,59 persen. Target pengurangan sampah 2025 sebesar 30 persen pun terlampaui.

Upaya tersebut diperkuat melalui optimalisasi TPS3R berbasis masyarakat. Sepanjang 2025, terdapat 21 TPS3R dengan rata-rata pengelolaan 44,42 ton sampah per hari. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2024 yang memiliki 19 TPS3R dengan rata-rata 31,07 ton per hari. TPS3R ditetapkan melalui keputusan kepala desa atau lurah sebagai bagian dari desentralisasi pengelolaan sampah.

DLH Kota Batu juga mengoptimalkan peran Bank Sampah Induk (BSI) eLHa Kota Batu yang melayani instansi pemerintah, sekolah, Bank Sampah Unit (BSU), hingga perorangan. Pada 2025, rata-rata sampah terkelola melalui BSI mencapai 0,047 ton per hari. Sementara itu, jumlah BSU meningkat menjadi 232 unit yang tersebar di desa dan kelurahan.

Pengelolaan sampah turut diperkuat melalui Komunitas Usaha Daur Ulang (KUDU) serta sektor pengepul. Hingga 2025, terdapat satu komunitas daur ulang dengan 25 anggota aktif dan 20 pengepul resmi yang ditetapkan melalui keputusan kepala dinas.

Komitmen pengelolaan sampah juga ditegaskan Wali Kota Batu, Nurochman. Ia menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan melalui kebijakan konsisten serta sinergi lintas sektor. "Dukungan berbagai pihak, termasuk kolaborasi pembangunan layanan lokal, penting untuk memastikan dampak jangka panjang," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mendorong penguatan kampanye pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, sampah memiliki potensi nilai apabila dipilah dan dikelola dengan benar sejak sumber hingga hilir secara berkelanjutan.

Selain aspek teknis, DLH Kota Batu juga mencatat sejumlah penghargaan lingkungan sepanjang 2025. Penghargaan tersebut meliputi Sekolah Adiwiyata di berbagai tingkatan, Program Kampung Iklim untuk Desa Tulungrejo dan Torongrejo, Eco Pesantren, serta Desa dan Kelurahan Berseri.

Ke depan, pada 2026 DLH Kota Batu memfokuskan percepatan pengelolaan sampah melalui peningkatan partisipasi masyarakat, desentralisasi pengelolaan, serta penguatan sarana dan prasarana. Upaya tersebut akan didukung sosialisasi masif, pendampingan teknis, peningkatan kapasitas, serta kampanye edukasi agar pengelolaan sampah menjadi budaya bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....