Festival Keramik Dinoyo Gairahkan Kreativitas Malang

  • 11 Des 2025 21:47 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Festival Keramik Dinoyo 2025 kembali menghidupkan ikon kerajinan Kota Malang melalui gelaran yang berlangsung di Gedung Ex UPT Pabrik Keramik Jawa Timur, Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Kamis (11/12/2025). Acara dimulai pukul 08.00–16.00 WIB, menghadirkan pameran, workshop, lomba mewarnai keramik, sarasehan, hingga layanan publik terpadu.

Festival yang digelar kolaborasi Sentra Industri Keramik Dinoyo dan Diskopindag Kota Malang ini menjadi momentum menggerakkan kembali roda ekonomi kreatif, khususnya kerajinan berbahan tanah liat khas Dinoyo yang pernah menjadi ikon unggulan kota 30 tahun lalu.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos., M.M., membuka acara sekaligus menyaksikan berbagai kompetisi dan pameran keramik. “Festival ini menjadi ruang tumbuh bagi perajin dan generasi muda untuk memahami kembali nilai seni keramik Dinoyo,” katanya.

Tahun ini, dua jenis lomba—Lomba Mewarna Media Keramik dan Lomba Mewarna Bertema Keramik—menarik antusiasme peserta hingga mencapai kuota 100 orang. Selain itu, tersedia stan UMKM, bazar, layanan Dispendukcapil, Dispenda, serta cek kesehatan gratis. Panggung festival dimeriahkan Tari Topeng Malang, Pencak Silat, dan Bantengan sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

Masuknya Malang dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) turut memperkuat komitmen pengembangan sentra kreatif. Kabid Perindustrian Diskopindag, Dian Likos Amelia, S.AB., M.AB., menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kejayaan Dinoyo. “Ini bentuk keberpihakan pemerintah pada industri kreatif berbasis budaya. Dinoyo harus bangkit lagi,” ungkapnya.

Dalam sesi sarasehan, berbagai pelaku industri kreatif turut hadir, termasuk Syamsul Arifin, perajin sekaligus Ketua Pokdarwis Kampung Keramik Dinoyo. “Keramik Dinoyo adalah warisan turun-temurun. Melalui festival ini, kami ingin memperluas jejaring dan memperkuat regenerasi perajin,” jelasnya.

Ketua Pokdarwis Kota Malang, Ki Demang, menekankan pentingnya pemberdayaan berkelanjutan. “Pengembangan Sentra Keramik Dinoyo bukan hanya soal produk, tetapi menghidupkan kembali denyut ekonomi kreatif kampung tematik,” pungkasnya.

Ia juga menyebut revitalisasi eks pabrik keramik memiliki potensi menjadi cagar budaya, sekaligus pusat edukasi dan wisata.

Sementara itu, akademisi Universitas Negeri Malang, Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. atau Sam Sugar, memberikan perspektif kreatif tentang penguatan ekosistem event. “Event dan festival sangat strategis untuk mengangkat kembali Dinoyo. Bahkan eks pabrik keramik ini bisa saja menjadi N-Blok seperti M-Bloc Jakarta atau Colomadu di Solo,”tuturnya.

Festival ini sekaligus menyoroti perkembangan industri Keramik Dinoyo yang kini bergerak melalui penguatan SDM, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, hingga digitalisasi pemasaran. Revitalisasi galeri, workshop, dan fasilitas wisata juga terus didorong agar Dinoyo semakin siap menjadi destinasi kerajinan unggulan Kota Malang.

Melalui sinergi pemerintah, perajin, komunitas kreatif, dan masyarakat, Festival Keramik Dinoyo diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Masyarakat luas pun diajak hadir dan merasakan pengalaman langsung proses kreatif keramik khas Malang Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....