Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Malang Naik

  • 28 Jul 2025 18:39 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mencatat adanya 93 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang semester pertama tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyebut kenaikan laporan ini bukan semata-mata pertanda meningkatnya kekerasan, melainkan meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor.

“Dengan banyaknya laporan dari masyarakat, berarti masyarakat lebih berani terbuka, lebih berani speak up,” ujarnya. Senin (28/7/2025)

Menurut Donny, laporan yang rendah pada tahun-tahun sebelumnya bisa jadi bukan karena kekerasan lebih sedikit, tetapi karena korban atau saksi belum berani melapor. Oleh karena itu, peningkatan laporan dianggap sebagai indikator positif kesadaran masyarakat.

Sebagian besar kasus kekerasan yang masuk ke Dinsos Kota Malang merupakan kekerasan fisik, tanpa ada laporan kasus pemasungan.

“Yang sering terjadi, pelakunya adalah keluarga terdekat, baik dalam kasus KDRT maupun kekerasan seksual,” tambah Donny.

Dari sisi ekonomi, kasus kekerasan terjadi di berbagai lapisan. “Relatif. Ada yang dari keluarga mampu, ada juga yang tidak mampu,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, Dinsos-P3AP2KB fokus pada penguatan peran keluarga.

“Kita gak perlu mengurusi keluarga orang lain, tapi urusi keluarga kita sendiri. Perhatikan anak-anak kita sebelum diperhatikan orang lain,” tegas Donny.

Selain itu, edukasi kepada anak-anak mengenai kekerasan dan pendidikan seksual juga terus digencarkan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kekerasan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....