Seluruh Korban Tenggelam di Balekambang Berhasil Ditemukan
- 11 Apr 2025 16:23 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Upaya pencarian tiga santri yang hilang terseret ombak di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang, resmi berakhir setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Operasi pencarian yang melibatkan Polres Malang bersama tim SAR gabungan selama tiga hari ini ditutup dengan penemuan korban terakhir dalam kondisi meninggal dunia.
AKP Bambang Subinajar, Kasi Humas Polres Malang, mengungkapkan bahwa korban terakhir atas nama Muhammad Fahmi Sirrillah (15) ditemukan pada Jumat (11/4/2025) pukul 14.38 WIB oleh tim SRU I yang menyisir perairan menggunakan perahu karet milik Tagana.
"Jenazah ditemukan mengambang sekitar 4 mil laut dari titik awal kejadian, tepatnya di barat Pantai Rantai Wulung, wilayah hutan RPH Sumbermanjing Kulon, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur," terang AKP Bambang.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke RSSA Malang guna pemeriksaan lebih lanjut serta proses identifikasi. Korban dikenali berdasarkan gelang di pergelangan tangan kiri, kalung liontin berbentuk taring, dan bekas jahitan di pelipis kanan.
Dugaan sementara, Fahmi merupakan satu dari tiga santri asal Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, yang sebelumnya dinyatakan hilang pada Rabu (9/4/2025) saat berenang di area berbahaya Pantai Balekambang.
Sebelumnya, dua santri lainnya, Yasir Arafat Inninawa dan Lutfi Munawar, telah ditemukan lebih dahulu di perairan sekitar lokasi musibah.
Pencarian melibatkan banyak pihak, di antaranya Satpolairud Polres Malang, Polsek Bantur, Koramil 0818/12 Bantur, Basarnas, BPBD Jatim, Perhutani, Perumda Jasa Yasa, Tagana, dan unsur SAR lainnya.
AKP Bambang mengapresiasi kerjasama semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian ini. “Ini adalah contoh nyata sinergi antarinstansi dalam misi kemanusiaan. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas upaya seluruh tim,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau wisatawan untuk lebih berhati-hati ketika berkunjung ke pantai selatan.
“Ombak di pantai selatan terkenal tinggi dan arusnya kuat. Kami mengingatkan agar pengunjung tidak melanggar rambu peringatan, tidak berenang di zona terlarang, serta selalu mengutamakan keselamatan diri,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....