Cap Go Meh di Klenteng Eng An Kiong, Ribuan Porsi Lontong Disiapkan

  • 13 Feb 2025 09:59 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Eng An Kiong menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Pengawas Klenteng, Herman Subiyanto, menjelaskan bahwa Cap Go Meh memiliki makna khusus dalam budaya Tionghoa.

"Cap Go Meh itu bahasa Hokkien, artinya malam ke-15. Ini menandai penutupan Tahun Baru Imlek," ujar Herman, Kamis (13/2/2025).

Seperti tradisi setiap tahun, Klenteng Eng An Kiong menyiapkan hidangan khas Cap Go Meh, yakni lontong Cap Go Meh. Menu ini terdiri dari lontong, ayam, tahu, dan sayur. Tahun ini, pihak klenteng menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan.

"Siang hari kita sediakan 500 porsi, lalu setelah sembahyang bersama pukul 17.00, akan dibagikan lagi 2.500 porsi," jelasnya.

Makanan ini dibagikan secara gratis untuk umum. "Siang masih sepi, tapi nanti malam banyak yang datang, antreannya panjang," tambahnya.

Selain pembagian makanan, Cap Go Meh di Klenteng Eng An Kiong juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, seperti barongsai, liang liong, dan tari-tarian dari komunitas Tri Dharma. Acara dimulai pukul 19.00 dan berlangsung hingga pukul 22.00.

Secara filosofi, Cap Go Meh bermakna sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, harapan untuk masa depan yang lebih baik, ajang berkumpul keluarga, serta upaya melestarikan budaya Tionghoa.

"Kalau budaya ini tidak dilestarikan, anak cucu kita nanti bisa kehilangan warisannya," pungkas Herman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....