Makna Maksiat dan Dampaknya dalam Kehidupan Manusia
- 25 Jan 2025 12:39 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Maksiat adalah perbuatan yang tidak hanya mendatangkan dosa, tetapi juga berpengaruh buruk terhadap hati manusia. Dalam pandangan masyarakat, maksiat identik dengan perbuatan buruk seperti berzina, zina mata,atau pun hal-hal yang berkaitan dengan pornografi.
Ustadz Amsiyono dalam Mutiara Pagi, Kamis (16/1/2025) mengatakan apa makna sesungguhnya dari maksiat. “Maksiat tidak hanya tentang perbuatan zina, tapi maksiat adalah dosa besar mau pun dosa kecil yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terlihat,” ujarnya.
Dalam hadits Rasulullah, menjelaskan, “Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat, niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa, niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifin: 14).
“Sebagai contoh, ghibah, jika ia bertaubat meninggalkan dosa tersebut, kemudian ia beristighfar, maka hatinya akan menjadi bersih dan gemerlap kembali. Tapi jika ia tidak mau bertaubat maka kegelapan akan menutupi hati,” ucap Ustadz Amsiyono. Sehingga ia pun berpesan, saat seseorang sadar telah melakukan dosa maka diharapkan untuk bersegera dalam memohon ampun kepada Allah SWT.
Ustadz Amsiyono menambahkan, seseorang yang tidak segera bertaubat dari perbuatan maksiat, maka Allah akan menutup hatinya. “Telinga mata dan hatinya akan ditutup dari kebenaran-kebenaran ilahiyah. Kemudian sudut pandangnya akan seslalu menganggap semua hal adalah buruk. Maka sampai waktu itu tiba, tunggulah sampai Allah memberikan azab kepadanya,” ujarnya.
Seorang dikatakan memiliki sifat taqwa, apabila orang tersebut ketika melakukan perbuatan keji atau mendzolimi orang lain maka akan segera mengingat Allah dan bersegera memohon ampun. Sebab seorang yang bertaqwa mengetahui bahwa tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosanya selain Allah Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk segera bertaubat dan menjauhi maksiat agar hati tetap bersih dan dekat dengan Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....