Begini Makna Sifat Khauf Dan Raja’

  • 07 Des 2024 07:01 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Khauf adalah perasaan takut sedangkan raja’ adalah perasaan penuh harap, seperti yang dikatakan ustad Dedi Abdullah Tillu, M.Pdl diacara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Sabtu (7/12/24) pagi.

“Secara bahasa, khauf adalah lawan kata al-amnu. Al-Amnu adalah rasa aman, dan khauf adalah rasa takut.Khauf adalah perasaan takut terhadap siksa dan keadaan yang tidak mengenakkan karena kemaksiatan dan dosa yang telah diperbuat.

Sedangkan raja’ adalah perasaan penuh harap akan surga dan berbagai kenikmatan lainnya, sebagai buah dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Katanya.

Ustad Dedi menjelaskan mengapa kita diharuskan memiliki kedua sifat ini.

“Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 94 yang artinya : Katakanlah (Muhammad), Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar. Kita harus mempunyai sifat khauf karena pertama, supaya ada proteksi diri. Terutama dari keterjerembaban kemaksiatan dan dosa. Contoh, nafsu tidak ada kata berhenti dalam menjerumuskan kita. Oleh karena itu, kita harus membuat nafsu menjadi takut. Kedua, agar tidak ujub atau berbangga diri dan sombong. Sekalipun kita sedang dalam zona taat, kita harus selalu waspada terhadap nafsu. Perasaan paling suci, paling bersih dan paling taat adalah di antara siasat halus nafsu. Karena itulah nafsu harus tetap dipaksa dan dihinakan tentang apa yang ada padanya, kejahatannya, dosa-dosa dan berbagai macam bahayanya. “Jangan engkau merasa paling suci, karena Aku tahu siapa yang paling bertakwa.” (QS an-Najm, 53: 32). Kita juga harus memiliki sifat raja’ karena pertama, agar tetap bersemangat dalam ketaatan. Sebab berbuat baik itu berat dan setan senantiasa mencegahnya. Meski berat, tapi buah dari ketaatan sangat luar biasa; penuh rahmat dan surga-Nya Allah. Imam al-Ghazali berkata, “Kesedihan itu dapat mencegah manusia dari makan. Khauf dapat mencegah orang berbuat dosa. Sedang raja’ bisa menguatkan keinginan untuk melakukan ketaatan. Ingat mati dapat menjadikan orang bersikap zuhud dan tidak mengambil kelebihan harta duniawi yang tidak perlu. Kedua, agar tetap tenang dengan berbagai kesulitan hidupnya. Ketika orang benar-benar menyukai sesuatu, tentu ia sanggup memikul beban beratnya.Bahkan merasa senang dengan keadaan sulitnya itu. Seperti orang yang mengambil madu di sarang lebah, ia tidak akan pedulikan sengatan lebah itu, karena ingat akan manisnya madu.’ Jelasnya.

Dalam Penutupnya ustad Dedi kembali mengingatkan pentingnya sifat khauf dan raja’ ada pada diri seseorang. Ketika keduanya seimbang, maka dapat mencapai pejalanan spiritual yang lebih bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....