Peninggalan Sejarah Tak Hanya Soal Bangunan
- 13 Des 2022 15:58 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Peninggalan sejarah kerap dikaitkan dengan bamgunan bersejarah. Di Kota Malang, konsep Kayutangan Heritage kini sedang naik daun. Banyaknya bangunan bersejarah menarik minat masyarakat untuk menikmati wisata sejarah. Bahkan tempat itu kini menjadi salah satu ikon wisata di kota pendidikan.
Namun, peninggalan bersejarah tak hanya tentang bangunan. Banyak sisi lain peninggalan sejarah yang bisa dilestarikan, termasuk di Kayutangan Heritage. Hal tersebut diungkapkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Isa Wahyudi.
”Peninggalan sejarah tidak hanya tentang yang tangible atau aset berwujud, tetapi juga yang intangible atau aset yang tak berwujud,” kata pria yang kerap disapa Ki Demang ini, Selasa (13/12/2022).
Aset intangible ini contohnya seperti warisan budaya tak benda, yakni tradisi atau adat istiadat, kuliner tradisional, kesenian tradisional, dan lain-lain.
“Kuliner tradisional harus juga didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda. Kalau bicara soal heritage, ya harus mencakup yang tangible dan intangible. Sehingga bisa saling melengkapi,” tuturnya.
“Tradisi ngarak kambing di kidul dalem misalnya, juga seharusnya bisa menjadi warisan budaya yang dipatenkan karena itu sudah ada sejak zaman kolonial,” imbuh pria yang juga merupakan Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....