KBRN, Malang : Ucapan adalah bahasa komunikasi dan penyampai pesan yang di dalamnya dapat mengandung doa, seperti yang dikatakan Dai Cilik RRI Malang Muhammad Kenzie Ash Shiddiqy, diacara Ilir – Ilir Pro 4 RRI Malang, Selasa (8/10/2024) sore.
“Secara umum, ucapan adalah bahasa komunikasi dan penyampai pesan yang di dalamnya dapat mengandung doa, harapan, mimpi, keinginan, cita-cita, dan sebagainya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa umat Muslim hanya boleh mengucapkan hal-hal yang baik dan sebaiknya diam jika tidak memiliki perkataan yang baik untuk diucapkan.” Katanya.
“Ucapan yang baik adalah salah satu bentuk keimanan kepada Allah SWT. Selain itu, perkataan yang baik dapat menghindari timbulnya perselisihan.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Al-Isra ayat 53 yang artinya: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” Lanjutnya.
“Ucapan merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam hati dan pikiran seseorang. Jika seseorang memiliki pemikiran dan perasaan yang baik, maka ucapan-ucapannya juga akan baik. Jadi, setiap orang dituntut untuk menjaga ucapan mereka. Rasulullah SAW menjelaskan pentingnya menjaga perkataan yang baik "Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridhai Allah ’Azza wa Jalla tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu. Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berpikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka Jahanam dengan kata-katanya itu." (HR. Bukhari, Ahmad, dan Malik). Berdasarkan hadis tersebut, dapat dipahami Kawan Kenzie AS, betapa besar pengaruh ucapan terhadap nasib diri sendiri. Ucapan yang baik dan diridhai Allah akan memberikan kebaikan dan keberkahan dalam hidup.Sebaliknya, ucapan yang buruk, seperti mencaci, mencela, mengutuk, membicarakan aib sahabatnya, dan sebagainya dapat membuat Allah murka dan menjerumuskannya ke neraka Jahanam.” Jelasnya.
Siswa kelas 6 MIN 1 Kota Malang dalam penutup pidatonya kembali mengingatkan pahamilah bahwa Allah, selalu tergantung pada prasangka hambanya. Jika kita senantiasa berprasangka baik, mengatakan hal-hal baik, dan juga Istiqomah beramal sholeh, maka Allah akan memberikan kebaikan pula bagi pengamalnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....