Puisi Dalam Lentera Idul Fitri 1445 H

  • 12 Apr 2024 10:33 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Dalam kemeriahan perayaan Idul Fitri tahun ini, suatu puisi menyentuh hati mengalir dari seorang perawat berpengalaman dari RS TNI AD Bhirawa Bhakti Malang, Sertu M. Busri, S. Kep,. Ners melalui Puisi yang ia buat berjudul "Lentera Idul Fitri" ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menyiratkan pesan yang dalam tentang makna sejati dari perayaan Idul Fitri. Berikut kutipan Puisinya:

Lentera Idul Fitri

Betapa banyak perkataan

Menyakitkan daripada pukulan

Dari lubuk hati terdalam

Marilah buang segala dendam

Betapa banyak tindakan

Yang membuat kekecewaan

Semoga Tuhan memberi ampunan

Setelah kita saling memaafkan

Gengsi dan keegoisan

Jangan menjadi lagu pilihan

Agar kebahagiaan bersama

Dapat terwujud di antara kita

Semoga selalu ada lentera

Yang menyinari hati kita

Sehingga hidup lebih bermakna

Sampai Idul Fitri berikutnya ..

Dalam puisinya, ia merangkai kata-kata yang membangkitkan introspeksi diri. Ia mengajak umat untuk melupakan kesombongan dan dendam, dan menggantinya dengan maaf dan kedamaian.

Dengan lantang ia menyerukan agar umat menyingkirkan gengsi dan keegoisan, yang kerap menjadi penghalang dalam mencapai kebahagiaan bersama.

Puisi ini adalah cerminan dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam perayaan Idul Fitri. Lebih dari sekadar merayakan akhir dari bulan suci Ramadan.

“Idul Fitri adalah momen untuk merenungkan diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memaafkan segala kesalahan,” ujarnya dengan penuh makna kepada www.rri.co.id, Jum'at (12/4/2024).

Dalam pesan yang disampaikannya, ia menyampaikan harapannya bahwa umat semua dapat menjadi lentera yang menerangi hati-hati satu sama lain. Pesan tersebut merangkul semangat kebersamaan dan empati, mengingatkan umat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesatuan dan kedamaian di antara sesama manusia.

Puisi ini telah mengalir dari hati seorang perawat yang berdedikasi, berasal dari kota Sumenep dan berkarya dalam dakwah dan tugas Negara di kota Malang ini, yang dengan penuh kesadaran akan makna Idul Fitri, mengajak umat untuk selalu menjaga keharmonisan dan sikap saling maaf-memaafkan.

Semoga pesan yang disampaikan olehnya akan menjadi cahaya yang membawa kebaikan di tengah kehidupan umat, hingga tiba saat Idul Fitri berikutnya.

Untuk lebih memahami makna puisi ini, ia mengajak umat untuk merenungkan setiap kata yang diungkapkannya, dan mengajak umat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan toleransi di tengah-tengah masyarakat termasuk agama lain dalam suasana saling bertoleransi dan menghargai dalam perbedaan.

Selamat Idul Fitri 1445 H kepada seluruh umat muslim, semoga kebahagiaan dan kedamaian senantiasa nyata dalam kehidupan manusia.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....