Syawal Bukan Akhir Ramadhan
- 03 Apr 2026 19:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Banyak orang merasa perjuangan ibadah selesai setelah Hari Raya Idul Fitri. Masjid yang sebelumnya ramai saat Ramadhan mulai sepi, tadarus Al-Qur’an mulai jarang terdengar, dan shalat malam mulai ditinggalkan. Padahal, bulan Syawal justru menjadi penentu apakah seseorang berhasil dalam Ramadhan atau tidak.
Hal tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Dra. Rukmini Amar, M.AP dalam program Mutiara Pagi yang disiarkan oleh RRI Malang dengan tema “Mempertahankan Tradisi Bulan Ramadhan” Rabu (1/4/2026) pagi.
Menurut beliau, Syawal secara bahasa berarti peningkatan. Artinya, setelah menjalani Ramadhan, kualitas ibadah seseorang seharusnya meningkat, bukan kembali seperti sebelum Ramadhan.
“Kalau setelah Ramadhan ibadah kita justru menurun, berarti kita belum benar-benar berhasil dalam Ramadhan,” jelasnya.
Ustazah Rukmini menjelaskan bahwa tanda seseorang mendapatkan keberkahan Ramadhan, bahkan kemungkinan mendapatkan Lailatul Qadar, adalah adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik. Misalnya yang sebelumnya jarang ke masjid menjadi rajin, yang sebelumnya jarang membaca Al-Qur’an menjadi rutin membaca Al-Qur’an.
Beliau menambahkan, kebiasaan baik selama Ramadan harus tetap dijaga, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, salhat malam, serta menjaga sedekah.
“Ramadhan itu seperti madrasah. Setelah lulus, kita harus naik kelas, bukan kembali ke kelas lama,” ujarnya.
Karena itu, bulan Syawal seharusnya menjadi momentum untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas ibadah yang sudah dilatih selama Ramadhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....