Empat Keutamaan Diam dalam Islam

  • 18 Mar 2026 10:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktunya untuk berbicara, berkomentar, atau bahkan berdebat di berbagai ruang, termasuk media sosial. Padahal, tidak semua perkataan membawa kebaikan. Dalam ajaran Islam, justru ada nilai ibadah besar dalam sikap menahan diri untuk tidak berbicara.

Hal tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Dewi Latifah dalam program Mutiara Pagi yang disiarkan oleh RRI Malang dengan tema “4 Keutamaan Diam”, Senin (16/3/2026) pagi. Beliau menjelaskan tentang empat keutamaan diam sebagai bentuk penjagaan diri.

Ustadzah Dewi Latifah mengawali dengan mengutip hadis dari Muhammad yang menyatakan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Menurutnya, diam yang dimaksud bukan karena tidak berani berbicara, tetapi karena pertimbangan iman.

“Lidah itu tidak bertulang tetapi paling tajam. Banyak dosa manusia justru berasal dari ucapan, seperti ghibah, fitnah, atau adu domba,” jelas beliau.

Beliau menambahkan bahwa diam dapat menjadi penjaga diri dari berbagai dosa lisan. Dengan menahan ucapan yang tidak bermanfaat, seseorang dapat terhindar dari perkataan yang menyakiti orang lain sekaligus memperberat hisab di akhirat.

Menurut beliau, sikap diam yang disertai kesadaran iman juga bisa menjadi ibadah ringan dengan pahala besar. “Diamnya orang yang berpuasa atau yang menahan amarah dapat bernilai ibadah karena ia sedang menjaga dirinya dari perbuatan dosa,” ujarnya.

Di akhir dialog, Ustadzah Dewi Latifah mengajak umat Islam untuk lebih bijak dalam berbicara. “Lebih baik dianggap pendiam daripada banyak bicara tetapi menyakiti orang lain,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....