Hidayah di Balik Memuliakan Bulan Ramadhan
- 13 Mar 2026 19:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program dialog Islami Cahyaning Ati yang disiarkan di Pro4 RRI Malang pada Jumat (13/3/2026) menghadirkan Ustaz Nur Cholis dengan tema “Hidayah di Balik Memuliakan Bulan Ramadhan.” Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Nur Cholis mengajak umat Islam untuk memahami bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum membersihkan hati serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, Ustaz Nur Cholis mengisahkan sebuah riwayat tentang seorang bapak dari kaum Majusi yang hidup di tengah masyarakat Muslim. Meskipun bukan seorang Muslim, ia tetap menunjukkan kepedulian dan penghormatan terhadap bulan Ramadhan. Suatu hari, ketika melewati pasar di tengah teriknya siang hari, ia melihat anaknya makan dengan lahap tanpa sungkan. Pemandangan tersebut membuat hatinya bergetar. Ia kemudian menegur bahkan memukul anaknya karena dianggap tidak menghormati kaum Muslimin yang sedang berpuasa.
Ketika anaknya beralasan bahwa mereka bukan Muslim sehingga tidak wajib berpuasa, sang ayah menjawab bahwa mereka hidup di tengah masyarakat yang memuliakan bulan Ramadhan sehingga sudah sepatutnya menjaga sikap dan menghormatinya. Sejak saat itu, sang ayah semakin menjaga perilaku, lisan, dan sikapnya selama bulan Ramadhan. Hingga pada akhir hayatnya, Allah SWT membuka pintu hidayah baginya. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum meninggal dunia.
Kisah tersebut, menurut Ustaz Nur Cholis, menunjukkan bahwa Allah Maha Melihat niat sekecil apa pun. Bahkan seseorang yang bukan Muslim tetapi masih memiliki rasa hormat terhadap bulan suci Ramadhan bisa mendapatkan hidayah. Oleh karena itu, umat Islam yang telah beriman seharusnya lebih memuliakan bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini. Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, bahwa puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat ketakwaan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada beberapa hikmah dari memuliakan bulan Ramadhan. Pertama, adanya tanda iman di dalam hati seseorang ketika masih menjaga adab terhadap bulan suci ini. Kedua, langkah kecil dalam kebaikan dapat menjadi awal perubahan besar, karena kebiasaan baik akan membentuk karakter yang lebih baik. Ketiga, suasana Ramadhan mampu melembutkan hati yang keras karena pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.
Selain itu, memuliakan Ramadhan juga menumbuhkan rasa malu kepada Allah sehingga seseorang enggan melakukan dosa, menjaga lisan, serta memperbaiki perilaku. Terakhir, Ramadhan sering menjadi pintu datangnya hidayah yang tidak disangka-sangka, karena banyak orang berubah menjadi lebih baik akibat suasana spiritual yang kuat di bulan suci ini.
Di akhir dialog, Ustaz Nur Cholis mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri. Rasulullah SAW bersabda bahwa di dalam Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk memakmurkan masjid, menjaga lisan, serta menghormati dan memuliakan bulan Ramadhan, karena sering kali hidayah Allah datang kepada orang-orang yang masih menjaga kehormatan bulan suci tersebut. (Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....