Pasar Santai Gerakkan Ekonomi Lokal lewat Semangat Gotong Royong

  • 13 Mar 2026 12:10 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pasar Santai kembali digelar sebagai ruang kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi lokal di Malang Raya. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 2017 ini mengusung semangat gotong royong dengan melibatkan pelaku usaha lokal, komunitas, serta masyarakat dalam satu wadah ekonomi kreatif.

Humas Pasar Santai, Achmad Sulchan An Nauri atau yang kerap dipanggil Aan, mengatakan ide awal penyelenggaraan Pasar Santai muncul dari keinginan agar perputaran ekonomi di Malang tidak didominasi produk luar daerah.

“Dulu latar belakangnya kita melihat acara dari Bandung, clothingan gitu. Produk-produknya juga dari luar, brand-brandnya dari luar. Itu kok perputaran ekonomi di Malang disedot di Bandung,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan Pasar Santai pertama kali digelar dalam skala kecil dengan hanya melibatkan beberapa merek lokal.

“Dulu masih kecil di Hamur Dieng dan cuma beberapa brand, tidak sampai 10 brand, sekitar delapan clothingan dan hanya fashion saja,” ungkapnya.

Seiring waktu, kegiatan tersebut terus berkembang baik dari sisi peserta maupun jenis produk yang ditawarkan.

“Tahun keempat sudah mulai berkembang, ada makanan dan acara-acara lainnya, lalu cakupannya juga semakin luas,” katanya.

Aan menegaskan hingga saat ini Pasar Santai tetap mempertahankan semangat gotong royong dalam penyelenggaraannya.

“Spiritnya tetap sama yaitu gotong royong untuk menjaga, merawat, menumbuhkan perputaran ekonomi lokal,” ucapnya.

Menurutnya, konsep gotong royong juga membuat biaya partisipasi bagi pelaku usaha relatif murah.

“Kalau tenant itu memang kita mencoba untuk desain acara semurah mungkin, jadi apa yang bisa ditekan biayanya kita tekan,” jelasnya.

Ia menambahkan para sukarelawan yang terlibat dalam penyelenggaraan Pasar Santai juga mendapatkan manfaat berupa pengalaman dan jaringan.

“Yang datang ke sana secara tidak langsung hadir saja sudah membawa pesan bahwa aku di sini mau melakukan sesuatu demi kebermanfaatan,” tuturnya.

Namun demikian, Ia mengakui penyelenggaraan Pasar Santai tahun ini menghadapi tantangan menurunnya daya beli masyarakat.

“Di bulan puasa ini banyak sekali acara yang mengalami penurunan traffic karena daya beli turun,” katanya.

Aan pun mengajak masyarakat untuk tetap mendukung produk lokal dengan datang dan berbelanja di Pasar Santai. Menurutnya setiap pembelian yang dilakukan pengunjung turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan ekonomi pelaku usaha lokal.

“Ketika teman-teman datang dan membeli produk di sana, itu tidak hanya transaksional, tetapi juga kontribusi untuk menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Meuthia Adzkiya)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....