Sepuluh Malam Terakhir Ramadan Menjemput Lailatul Qadar

  • 13 Mar 2026 06:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Malam Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang dinantikan umat Islam pada bulan Ramadan. Dalam ajaran Islam, malam ini dikenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan karena penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memanjatkan doa agar memperoleh rahmat dan pengampunan.

Para ulama menjelaskan bahwa waktu Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, namun diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah pada waktu tersebut. Salah satu doa yang dianjurkan dibaca adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Selain waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terdapat pula beberapa ciri malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam berbagai hadis. Di antaranya suasana malam yang terasa tenang dan damai, udara tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, serta langit tampak cerah. Pada malam tersebut juga disebutkan bahwa hati orang yang beribadah akan merasakan ketenangan dan kekhusyukan yang mendalam.

Ciri lainnya terlihat pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Hal ini sering dijadikan salah satu tanda bahwa malam sebelumnya adalah malam Lailatul Qadar. Namun demikian, tanda-tanda tersebut sering kali baru disadari setelah malam itu berlalu.

Karena waktunya dirahasiakan oleh Allah SWT, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah, diharapkan umat Islam dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar serta mendapatkan pahala yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....