Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa Mustajab di Malam Ramadan
- 13 Mar 2026 06:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu malam yang paling dinantikan umat Islam di bulan Ramadan. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan karena penuh keberkahan, rahmat, serta ampunan dari Allah SWT. Pada malam yang istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memanjatkan doa. Banyak ulama menyebut Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca saat malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA. Ketika Aisyah bertanya doa apa yang sebaiknya dibaca jika menjumpai malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Doa ini memiliki arti: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa tersebut mengandung harapan agar Allah menghapus dosa-dosa hamba-Nya serta memberikan kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Lailatul Qadar sendiri dijelaskan dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Qadr. Allah SWT menegaskan bahwa malam tersebut memiliki kemuliaan luar biasa karena pada malam itulah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain itu, pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun ke bumi membawa berbagai ketetapan dan keberkahan hingga terbit fajar. Suasana malam ini disebut penuh kedamaian, sehingga umat Islam dianjurkan memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah dan doa.
Para ulama menjelaskan bahwa Allah SWT merahasiakan secara pasti waktu terjadinya Lailatul Qadar agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh hari terakhir Ramadan. Dengan tidak diketahuinya secara pasti kapan malam tersebut datang, umat Islam diharapkan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Allah setiap malam. Hal ini menjadi bentuk pendidikan spiritual agar manusia tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi terus konsisten dalam kebaikan.
Karena itulah, malam Lailatul Qadar menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan atas segala dosa. Melalui doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan, diharapkan Allah SWT memberikan rahmat, keberkahan, serta mengabulkan harapan setiap hamba-Nya. Dengan memanfaatkan malam istimewa ini, umat Islam berharap dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar serta mendapatkan pahala yang nilainya lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....