Stabilkan Harga, Pemkot Probolinggo Gelar Gerakan Pangan Murah

  • 11 Mar 2026 19:44 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Kegiatan yang digelar di RTH Taman Maramis, Rabu (11/3/2026) pagi, disambut antusias masyarakat.

Sejak pagi, warga tampak rela mengantre untuk mendapatkan berbagai bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000, telur ayam Rp27.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.500 per liter, serta bawang merah Rp35.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia pula gula pasir Rp17.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, berbagai sayuran segar, ikan asap, serta aneka produk olahan dari pelaku UMKM.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin yang hadir meninjau kegiatan tersebut mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.

“Kelihatan animo masyarakat demikian antusias, sudah pada mengantre untuk membeli minyak goreng. Memang harganya ini berbeda hampir Rp2.000 lebih, sekitar Rp2.300, dan ini tentu menarik bagi masyarakat, terutama ibu-ibu,” ujarnya.

Menurutnya, GPM juga menjadi salah satu instrumen untuk menyeimbangkan harga di pasar tradisional agar tetap terkendali.

“Supaya masyarakat yang memerlukan kebutuhan hari-harinya ini bisa terbantukan. Selain itu harga di pasar juga bisa tetap stabil karena pedagang tentu tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi ketika sebagian masyarakat sudah berbelanja di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati mengatakan pihaknya telah menyiapkan stok komoditas yang cukup besar. Namun beberapa komoditas cepat habis karena tingginya minat masyarakat.

“Untuk beras sementara kami siapkan 1 ton, kalau kurang nanti kami ambil lagi. Kemudian telur sekitar 15 kerat, tetapi ternyata sudah habis dan saat ini kami ambil tambahan lagi. Di pasar harga telur sudah sekitar Rp30 ribu, sedangkan di sini dijual Rp27.500, jadi selisihnya sekitar Rp2.500,” jelasnya.

Salah seorang warga Kedopok, Lia mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena harga bahan pokok yang dijual lebih terjangkau.

Ia berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat digelar lebih sering agar masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

“Mungkin acaranya bisa sering-sering digelar seperti ini,” ungkap Lia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....