Sosis Olahan Harian Berisiko Bagi Metabolik
- 11 Mar 2026 09:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Konsumsi menu praktis saat sahur menjadi pilihan banyak masyarakat, termasuk telur dadar dan sosis. Menanggapi pertanyaan Ahmad dari Lowokwaru, Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Ibu Citra Nurma Yunita, S.Pt., M.Pt, menjelaskan bahwa telur dadar pada dasarnya aman dikonsumsi setiap hari bagi orang sehat. Hal itu disampaikannya dalam dialog Kurma (Kisah Unik Ramadan) di Pro 1 RRI Malang, Senin (2/3/2026). “Untuk orang yang sehat, satu butir telur per hari masih tergolong aman selama diolah dengan cara yang tepat,” jelasnya.
Namun berbeda dengan sosis olahan yang perlu diwaspadai jika dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang. Ia menerangkan bahwa sosis termasuk daging olahan yang umumnya mengandung natrium atau garam cukup tinggi, lemak tambahan, serta bahan pengawet seperti nitrat. Kandungan tersebut jika dikonsumsi terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. “Dari sisi kesehatan, konsumsi sosis setiap hari kurang baik karena ada risiko jangka panjang seperti peningkatan kolesterol dan tekanan darah,” katanya.
Selain kadar garam yang tinggi, bahan tambahan pada produk olahan juga berpotensi memengaruhi keseimbangan nutrisi selama puasa. Terlebih saat sahur, makanan tinggi natrium dapat memicu rasa haus lebih cepat di siang hari. “Kalau terlalu sering, bisa berdampak pada metabolisme tubuh dan membuat puasa kurang nyaman,” ungkapnya.
Ibu Citra menyarankan agar konsumsi sosis dibatasi dan tidak dijadikan menu harian. Alternatif yang lebih aman adalah memilih sumber protein segar atau membuat sosis secara mandiri di rumah agar bahan dan kualitasnya lebih terkontrol. “Kalau ingin praktis, tetap utamakan bahan yang lebih alami dan minim pengawet agar kesehatan tetap terjaga,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....