Jangan Anggap Remeh Sahur saat Puasa Ramadan

  • 11 Mar 2026 08:00 WIB
  •  Malang

RRI CO.ID, Malang – Banyak masyarakat masih menganggap sahur sekadar formalitas saat menjalani puasa Ramadan. Bahkan tidak sedikit yang memilih melewatkannya karena merasa masih kuat berpuasa. Padahal, sahur memiliki peran penting sebagai sumber energi utama tubuh selama menjalani puasa sekitar 12 hingga 14 jam. Hal ini disampaikan oleh Ahli Gizi RSIA Galeri Candra Malang, Novel Enayana Putri, A.Md.Gz, dalam program Kurma (Kisah Unik Ramadan) PRO 1 RRI Malang, Senin (9/3/2026).

Menurut Novel, melewatkan sahur dapat berdampak langsung pada kondisi tubuh saat berpuasa. “Kalau tidak sahur biasanya siang hari tubuh lebih cepat lemas, mudah pusing, dehidrasi, dan sulit berkonsentrasi, apalagi kalau aktivitas atau pekerjaan cukup banyak,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa sahur bukan hanya sekadar makan untuk kenyang, tetapi harus memperhatikan keseimbangan gizi.

Novel menjelaskan bahwa sahur yang baik seharusnya mengikuti prinsip gizi seimbang atau konsep “isi piringku”. “Sahur yang benar bukan cuma makan mie instan dan telur saja. Idealnya ada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, ubi, atau kentang, kemudian protein seperti ayam, daging, atau telur, ditambah sayur, buah, serta cairan yang cukup,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa porsi sayur sebaiknya lebih banyak dibandingkan karbohidrat karena kandungan seratnya membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. “Sayurnya harus lebih banyak daripada karbohidrat supaya seratnya cukup dan pencernaan tetap sehat selama puasa,” kata Novel. Selain itu, kebutuhan cairan harian tetap perlu diperhatikan dengan pola minum yang dianjurkan, yaitu dua gelas saat sahur, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat berbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Novel juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari beberapa jenis makanan saat sahur. “Makanan tinggi garam, tinggi lemak seperti gorengan atau ayam yang terlalu pedas dan asin, serta makanan terlalu manis sebaiknya dibatasi. Minuman berkafein seperti teh dan kopi juga tidak dianjurkan jika dikonsumsi berlebihan karena bisa membuat tubuh lebih cepat haus dan stamina menurun saat puasa,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....