Hamparan Rintik Hidupkan Batik Jumputan lewat Pelatihan Ramadan

  • 09 Mar 2026 09:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID – MALANG: Hamparan Rintik merupakan usaha batik yang mengambil inspirasi nama dari istilah rintik, sebagai sinonim kata batik yang sederhana. Nama itu dipilih sebagai identitas kreatif yang mencerminkan kedekatan dengan tradisi batik sekaligus menghadirkan sentuhan baru dalam pengembangannya.

"Produk Hamparan Rintik dikenal memiliki ciri khas pada teknik jumputan yang menjadi salah satu kekuatan utama karya kami. Teknik ini memberikan tampilan motif unik sekaligus memperkaya ragam batik yang diproduksi para pengrajin di Hamparan Rintik," ungkap Fikrah Ryanda - Owner Hamparan Rintik, Minggu (08/03/2026).

Selain jumputan, Hamparan Rintik juga mencoba menghadirkan motif batik yang lebih bebas dan tidak terlalu terikat pakem tradisional. Pendekatan ini memberi ruang kreativitas lebih luas bagi pengrajin untuk menciptakan desain yang segar namun tetap berakar budaya.

"Motif yang lebih fleksibel tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda agar semakin tertarik mengenal batik lokal. Dengan cara ini, batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya tetapi juga bagian dari gaya hidup kreatif masa kini," imbuhnya.

Memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran 2026, aktivitas di Hamparan Rintik justru terasa semakin ramai dari biasanya. Banyak masyarakat memanfaatkan waktu luang selama bulan puasa untuk mengikuti kegiatan kreatif yang digelar komunitas tersebut.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah pelatihan membuat kain batik yang terbuka untuk berbagai kalangan masyarakat. Pelatihan ini sering dimanfaatkan sebagai kegiatan ngabuburit yang produktif sekaligus menyenangkan bagi peserta dari berbagai latar belakang.

"Peserta yang bergabung cukup beragam, mulai dari ibu rumah tangga, anak sekolah, hingga sesama pengrajin batik dari sekitar daerah. Mereka datang tidak hanya belajar, tetapi juga berbagi pengalaman dan mempererat jaringan komunitas kreatif lokal," ujarnya.

Kegiatan pelatihan sering berlangsung santai karena peserta biasanya datang setelah menyelesaikan aktivitas rumah seperti membuat kue Lebaran. Setelah itu mereka berkumpul untuk belajar teknik pembuatan kain sekaligus bertukar cerita tentang pengalaman membatik.

Fokus utama pelatihan di Hamparan Rintik adalah pembuatan kain batik, bukan pada proses menjahit atau membuat pakaian. Kain yang dihasilkan kemudian bisa diolah menjadi berbagai produk busana oleh perajin lain atau desainer lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....