Metabolisme Protein Picu Haus saat Puasa

  • 08 Mar 2026 21:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Keluhan cepat haus setelah mengonsumsi makanan tinggi protein kerap muncul selama Ramadan. Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Citra Nurma Yunita, S.Pt., M.Pt, menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan proses metabolisme protein dalam tubuh. Hal itu disampaikannya dalam dialog Kurma (Kisah Unik Ramadan) di Pro 1 RRI Malang, Minggu (8/3/2026). “Saat protein dicerna, unsur nitrogennya akan diolah dan sisa metabolisme dibuang melalui urine, sehingga kebutuhan cairan meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, proses pembuangan sisa metabolisme tersebut membuat tubuh memerlukan asupan cairan lebih banyak. Jika tidak diimbangi minum yang cukup saat sahur dan berbuka, rasa haus bisa muncul lebih cepat di siang hari. Selain itu, kandungan garam yang tinggi pada makanan olahan berbasis protein juga berpengaruh terhadap peningkatan rasa haus. “Jadi bukan proteinnya semata, tetapi juga cara pengolahan dan kandungan garamnya,” katanya.

Terkait strategi pengolahan, Citra menyarankan metode memasak yang lebih sehat seperti merebus dan mengukus karena dapat mempertahankan nilai gizi tanpa menambah lemak berlebih. Menggoreng dengan banyak minyak sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan kandungan lemak dan memicu rasa haus. “Pengolahan yang sederhana justru lebih baik untuk menjaga keseimbangan nutrisi selama puasa,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar berhati-hati dengan teknik memanggang dalam jangka panjang, terutama jika menggunakan bara api langsung. Paparan uap arang dan permukaan daging yang gosong berpotensi memicu senyawa karsinogenik. “Kalau memang dipanggang, pastikan tidak sampai hangus dan hindari bagian yang terlalu gosong karena itu kurang baik bagi kesehatan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....