Kampung Qur'an Sudimoro, Tumbuhkan Generasi Cinta Mengaji

  • 04 Mar 2026 13:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kampung Sudimoro di Kota Malang menghadirkan suasana berbeda setiap Jumat pagi. Seusai salat Subuh, jalan kampung yang biasanya dilalui kendaraan berubah menjadi ruang belajar terbuka. Warga duduk berjajar di depan rumah masing-masing sambil membuka mushaf dan membaca Al-Qur’an bersama. Kegiatan yang dikenal dengan NGAOS (Ngaji On The Street) ini menjadi wajah baru Kampung Quran Sudimoro yang tumbuh dari kesadaran dan kebersamaan warga.

Penggagas Kampung Quran, Mulyani, menuturkan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan melihat arah masa depan generasi muda.

“Lingkungan kami ini strategis, dekat kampus dan pusat ekonomi. Tapi anak-anak yang bercita-cita kuliah masih sedikit. Kami merasa perlu membangun karakternya dulu,” ujarnya kepada RRI, Rabu (3/3/2026).

Ia menambahkan, “Kalau anak-anak dibiasakan dekat dengan Al-Qur’an sejak kecil, insyaallah mereka punya pegangan hidup dan mimpi yang lebih jelas.”

Konsistensi menjadi kunci keberlanjutan NGAOS. Selama lebih dari tiga setengah tahun, kegiatan ini telah berlangsung lebih dari 130 kali tanpa jeda. Ketua RT 03 Sudimoro sekaligus Bendahara Kampung Quran, Ahmad Suyuti, mengakui sempat ada keraguan dari sebagian warga.

“Dulu ada yang bertanya kenapa harus di jalan. Tapi kami ingin terbuka, supaya siapa pun bisa ikut. Sekarang justru jadi kebiasaan yang dirindukan,” katanya.

Ia menambahkan, “Warga jadi lebih kompak, lebih akrab, dan saling menguatkan.”

Dari kegiatan rutin di jalan kampung itu, lahirlah sembilan Rumah Quran yang dikelola secara mandiri oleh warga tanpa bayaran. Ibu Yevi, salah satu peserta sejak awal, merasakan perubahan nyata dalam keluarganya. “Dulu saya belum lancar membaca. Sekarang lebih percaya diri. Anak-anak juga lebih mudah diarahkan, suasana rumah terasa lebih tenang,” tuturnya dengan haru.

Bagi warga Sudimoro, Kampung Quran bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan gerakan membangun peradaban dari lingkup terkecil. “Harapan kami sederhana, semoga kegiatan ini terus berjalan dan membawa manfaat. Selama warga kompak, insyaallah akan bertahan,” ujar Suyuti.

Dari sebuah jalan kampung, Sudimoro membuktikan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama dan penuh konsistensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....