Perbedaan Awal Ramadan dan Makna Nuzulul Qur’an
- 03 Mar 2026 06:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Perbedaan penetapan awal Ramadan tahun ini berdampak pada perbedaan peringatan 17 Ramadan sebagai malam Nuzulul Qur’an. Hal tersebut menjadi pembahasan hangat dalam dialog Mutiara Pagi PRO 1 RRI Malang yang menghadirkan Ustadz Drs. H. Moh. Rosyad, M.Si., Selasa (3/3/2026). Dalam dialog tersebut, ia menjelaskan bahwa perbedaan tanggal bukanlah hal yang perlu dipersoalkan secara berlebihan, melainkan harus disikapi dengan bijak dan penuh toleransi.
Menurutnya, secara historis terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa ayat pertama Al-Qur’an diturunkan pada 17 Ramadan. Namun karena terdapat perbedaan dalam menentukan awal puasa, maka otomatis tanggal 17 Ramadan juga berbeda. “Bagi yang memulai puasa 18 Februari, maka 17 Ramadan jatuh pada Jumat. Bagi yang mulai 19 Februari, maka jatuh Sabtu malam. Baik benar maupun salah tetap berpahala selama ijtihad dilakukan dengan cara yang baik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam Islam bukanlah sesuatu yang harus menimbulkan perpecahan. Justru, perbedaan adalah bagian dari dinamika umat yang harus dihargai. “Yang tidak mendapatkan pahala adalah yang mencela dan menyalahkan. Perbedaan itu rahmat,” katanya menekankan. Sikap saling menghormati, lanjutnya, menjadi kunci agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga meskipun ada perbedaan pandangan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa esensi dari peringatan Nuzulul Qur’an bukan semata-mata pada tanggalnya, tetapi pada makna turunnya Al-Qur’an itu sendiri. “Ramadan itu temanya Al-Qur’an. Kita harus menjadikannya tumpuan dalam menyelesaikan masalah apa pun,” tegasnya. Ia juga mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, pembeda antara yang benar dan yang salah.
Menutup dialog, Ustadz Moh. Rosyad mengajak seluruh pendengar untuk memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. “Bertakwa syaratnya iman. Dan iman itu diwujudkan dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an,” ujarnya. Ia pun berpesan, “Jangan sia-siakan Ramadan. Setiap huruf bernilai pahala, dan di bulan ini dilipatgandakan. Mari kita songsong Nuzulul Qur’an dengan memperkuat niat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....