Ahli Gizi Sarankan Pola Berbuka dan Sahur Seimbang bagi Penderita Jantung

  • 27 Feb 2026 12:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pemilihan makanan saat berbuka dan sahur menjadi perhatian penting, khususnya bagi penderita penyakit jantung. Ahli Gizi RSUB sekaligus Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya, Alif Rohmah, A.Md.Gz dalam Dialog Kurma di Pro 1 RRI Malang, mengingatkan agar momen berbuka tidak dijadikan ajang “balas dendam” setelah seharian menahan lapar dan haus.

Menurutnya, langkah awal berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak langsung mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu berat. “Minuman yang terlalu kental, seperti minuman cokelat atau minuman manis dengan santan, sebaiknya dihindari terlebih dahulu. Pilihan paling aman adalah air putih,” ujarnya, Jumat (27/2/2026). Air putih membantu tubuh beradaptasi kembali setelah sekitar 12 jam tidak mendapatkan asupan cairan.

Alif menyarankan penderita jantung untuk memulai berbuka dengan air putih dan buah dalam porsi kecil. Buah yang mengandung air tinggi dapat membantu mengembalikan kesegaran tubuh tanpa membebani lambung. “Setelah lambung beristirahat cukup lama, tubuh perlu asupan yang ringan dan mudah dicerna sebelum menerima makanan utama,” jelasnya. Ia juga menganjurkan pola berbuka sunnah, yakni makan secukupnya terlebih dahulu, kemudian menunaikan salat maghrib, baru dilanjutkan dengan makan utama agar porsi tetap terkontrol.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa makan berlebihan saat berbuka dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat kerja jantung lebih berat. Kondisi ini tentu berisiko bagi penderita dengan riwayat penyakit jantung, apalagi jika disertai hipertensi atau diabetes. Karena itu, prinsip moderasi atau tidak berlebihan harus benar-benar diterapkan selama Ramadan.

Terkait sahur, Alif menegaskan pentingnya pengaturan komposisi gizi agar energi cukup hingga waktu berbuka tanpa membebani metabolisme tubuh. “Karbohidrat tetap dibutuhkan, tetapi jangan terlalu banyak karena bisa membuat ngantuk dan cepat lemas. Idealnya sekitar sepertiga dari total porsi makan,” ungkapnya. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau kentang rebus bisa menjadi pilihan karena lebih lambat dicerna dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Selain karbohidrat, ia menyarankan konsumsi protein berkualitas saat sahur, seperti telur, ikan, ayam tanpa kulit, maupun daging merah tanpa lemak. Protein membantu mempertahankan massa otot dan menjaga stamina selama puasa. Menu sahur juga sebaiknya dilengkapi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral. “Prinsipnya seimbang, tidak berlebihan, dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Jangan lupa juga minum air yang cukup agar tidak dehidrasi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....