Bukan Sekadar Piring Gelas, Inilah Seni Menata Meja Ramadan

  • 25 Feb 2026 13:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Selama bulan suci, meja makan bukan lagi sekadar furnitur biasa. Ia berubah menjadi panggung utama di mana kehangatan keluarga terpusat. Namun, menata meja makan untuk berbuka puasa ternyata memiliki seni tersendiri. Ini bukan lagi soal fungsionalitas menaruh piring dan gelas, melainkan cara menciptakan syukur yang mendalam.

Seni menata meja saat Ramadan bertujuan untuk menghormati momen berbuka. Penggunaan alas meja (placemat) berbahan serat alam, pilihan piring dengan warna senada, hingga penempatan peralatan makan yang rapi, memberikan sinyal bahwa waktu berbuka adalah momen yang spesial dan patut dirayakan dengan kesungguhan.

Dalam seni penataan meja Ramadan, takjil diposisikan sebagai "bintang utama". Menata kurma dalam piring keramik kecil yang estetik atau menyajikan es buah dalam gelas kristal transparan bukan sekadar untuk keindahan visual. Hal ini dilakukan untuk menonjolkan makna "menyegerakan berbuka" dengan hidangan yang terbaik secara tampilan maupun rasa.

Elemen tambahan seperti lampu meja yang temaram, aroma terapi yang lembut, atau vas bunga kecil di sudut meja, menambah dimensi kenyamanan. Suasana yang tenang dan tertata membantu anggota keluarga untuk lebih fokus menikmati hidangan tanpa terburu-buru, sekaligus menjadi ruang diskusi yang nyaman setelah seharian beraktivitas.

Seni ini juga melibatkan sentuhan personal, seperti menggunakan wadah warisan keluarga yang menyimpan memori. Hal-hal detail inilah yang mengubah aktivitas makan menjadi sebuah ritual ibadah yang penuh estetika.

Dengan penataan yang apik, meja makan tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga memanjakan mata dan menenangkan jiwa, menjadikan setiap detik menanti azan Magrib sebagai momen yang tak terlupakan. (Ika)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....