Pertamina Tambah Pasokan Elpiji jelang Ramadan

  • 25 Feb 2026 09:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pertamina memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di wilayah Malang dan Blitar dalam kondisi aman meskipun terjadi peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan. Hal itu disampaikan Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga kepada RRI Malang. Ia menegaskan bahwa secara sistem, distribusi tetap berjalan rutin dan stok terpantau setiap hari melalui perangkat digital.

“Stok aman, karena kami punya alat pemantauan secara digital. Kita bisa cek stok harian di lapangan dan melihat pergerakan distribusi secara real time,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, keluhan yang muncul di masyarakat sering kali terjadi di tingkat pengecer tidak resmi, sementara pasokan di pangkalan resmi masih tersedia sesuai kuota. Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan permintaan terjadi karena faktor musiman, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga dan aktivitas UMKM meningkat signifikan.

Ahad mengungkapkan, secara umum konsumsi elpiji dan BBM di wilayah Jatimbalinus meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan hari normal. Untuk wilayah Blitar sendiri, dari rata-rata penyaluran sekitar 7.000 tabung per hari, Pertamina mengantisipasi tambahan fakultatif hingga 6.720 tabung atau sekitar 92 persen pada periode 20–27 Februari.

“Ini langkah antisipasi karena biasanya awal Ramadan konsumsi naik, pertengahan puasa sedikit turun, lalu meningkat lagi menjelang Idulfitri,” jelasnya.

Penyaluran tambahan tersebut akan terus dievaluasi menyesuaikan kondisi di lapangan.

Dalam sistem distribusi, elpiji subsidi melewati tahapan dari SPBE ke agen, lalu ke pangkalan resmi sebelum sampai ke masyarakat. Di pangkalan, setiap transaksi dicatat melalui aplikasi merchant sehingga pembelian tercatat by name by address menggunakan NIK.

“Subsidi harus tepat sasaran. Dengan sistem ini, kita bisa mengetahui siapa yang membeli dan berapa kebutuhannya setiap bulan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat menemukan kendala atau dugaan kelangkaan, dapat menghubungi call center 135 atau kanal resmi Pertamina.

“Pastikan membeli di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET sekitar Rp18 ribu. Kalau di atas itu, kemungkinan di pengecer. Mari kita jaga bersama agar subsidi ini dinikmati yang berhak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....