Kesetiaan Sahabat Mengiringi Rasulullah di Perang Uhud hingga Hijrah
- 21 Feb 2026 07:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kisah kecintaan sahabat kepada Nabi Muhammad juga tampak dalam berbagai peristiwa penting, mulai dari Perang Badar, Perang Uhud hingga hijrah ke Madinah.
Dalam Perang Badar, Rasulullah meminta pendapat kaum Ansar. Salah satu tokohnya, Sa'd bin Mu'adz, menyampaikan pernyataan yang menunjukkan kesetiaan luar biasa. Ia berkata bahwa harta kaum Ansar tersedia di hadapan Rasulullah. Ambillah apa yang engkau inginkan dan sisakan apa yang engkau kehendaki, karena apa yang engkau ambil lebih berharga bagi kami.
Di Perang Uhud, para sahabat membangun pagar hidup dengan mengelilingi Rasulullah agar tidak terkena anak panah atau senjata musuh. Abu Thalhah al-Ansari bahkan berkata, “Biarlah dadaku saja yang terkena anak panah, jangan dadamu wahai Rasulullah.”
Kisah mengharukan juga terjadi saat perintah hijrah turun. Rasulullah memberi tahu Abu Bakar bahwa Allah mengizinkan hijrah dan ia akan menemani beliau. Abu Bakar bertanya, “Apakah aku akan menemanimu, ya Rasulullah?” Ketika dijawab “Ya”, Abu Bakar menangis karena bahagia. Putrinya, Aisyah, bersaksi belum pernah melihat seseorang menangis karena kegembiraan seperti itu.
Dalam perjalanan hijrah, Abu Bakar berjalan bergantian di depan dan di belakang Rasulullah untuk melindungi beliau dari kemungkinan bahaya.
Sementara itu, seorang sahabat bernama Tsauban pernah ditanya Rasulullah karena wajahnya tampak berubah. Ia menjawab bahwa ia tidak sakit, hanya saja jika tidak melihat Rasulullah ia merasa murung, dan ketika bertemu beliau hatinya kembali ceria.
Melalui kisah-kisah ini, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang, Ustadzah Lailatul Fithriyah A., S.H.I., M.Pd.I. melalui Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang, Sabtu (21/2/2026) menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun akhlak, cinta, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat yang beragam kondisi ekonominya saat ini.
Ia pun mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak, cinta, dan pengorbanan para sahabat dalam kehidupan sehari-hari.
“Keteladanan Rasulullah bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun akhlak, solidaritas, dan kepedulian sosial,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....